SUMENEP | SIGAP88 — Paguyuban Pasar Rakyat Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan terobosan untuk menata kawasan pasar agar lebih tertib, nyaman, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembangunan 32 lapak semi permanen yang diperuntukkan bagi para pedagang.
Program penataan itu merupakan hasil kesepakatan bersama antara paguyuban dan para pedagang sebagai upaya menciptakan lingkungan pasar yang lebih rapi sekaligus meningkatkan kenyamanan aktivitas jual beli.
Sekretaris Paguyuban Pasar Ganding, H. Mashari, menjelaskan bahwa pembangunan lapak di sisi utara pasar merupakan tindak lanjut dari usulan yang sebelumnya dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Ganding.
Usulan tersebut kemudian dimatangkan melalui serangkaian pembahasan bersama para pedagang hingga disepakati pembangunan lapak semi permanen secara swadaya dan bergotong royong.
“Lapak semi permanen ini murni hasil kesepakatan antara paguyuban dan para pedagang yang akan menempatinya. Pembangunannya dilakukan dengan sistem patungan, tanpa ada unsur jual beli lapak,” ujar Mashari.
Ia menyebutkan, sebanyak 32 lapak disiapkan bagi pedagang yang sebelumnya telah berjualan di lokasi tersebut sehingga tidak ada perubahan hak bagi para pengguna lama.
Menurutnya, seluruh proses pembangunan telah melalui musyawarah sehingga setiap pedagang yang sebelumnya menempati area tersebut dipastikan tetap memperoleh lapak baru.
“Pembangunan ini sudah melalui proses duduk bersama dengan para pedagang. Semua yang sebelumnya menempati lokasi itu dipastikan akan menempati lapak semi permanen yang baru,” tegasnya.
Mashari berharap keberadaan lapak baru dapat mengubah wajah Pasar Ganding menjadi lebih tertata, bersih, dan memiliki nilai rekreatif sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung.
Selain memberikan kenyamanan bagi pedagang, penataan pasar juga diharapkan mengakhiri kebiasaan berjualan hingga memakan badan jalan yang selama ini berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
“Kami berharap Pasar Rakyat Ganding menjadi pasar yang indah dan tertib, sehingga tidak ada lagi pedagang yang membuka lapak sampai ke badan jalan dan mengganggu lalu lintas,” katanya.
Ia optimistis penataan tersebut tidak hanya meningkatkan kenyamanan transaksi, tetapi juga berdampak terhadap kesejahteraan pedagang serta berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Mashari menargetkan pembangunan lapak semi permanen selesai pada akhir Juli 2026 sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan menjadi contoh penataan pasar rakyat di wilayah lain.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, Idam Halil, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Paguyuban Pasar Ganding.
Menurutnya, pembangunan lapak merupakan bentuk kepedulian pedagang terhadap kemajuan pasar yang sepenuhnya dilaksanakan secara mandiri melalui kerja sama antara paguyuban dan para pedagang.
“Pembangunan lapak semi permanen ini murni dilakukan oleh paguyuban bersama para pedagang yang sebelumnya hanya menggunakan lapak dari terpal,” ungkap Idam.
Ia berharap semangat inovasi serupa dapat diikuti paguyuban pasar rakyat di kecamatan lain sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pasar tradisional di Kabupaten Sumenep.
“Kami sangat mendukung setiap gagasan dan inovasi dari paguyuban pasar, dengan catatan tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.














