SURABAYA | SIGAP88 – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat melaksanakan aksi bersih lingkungan serta penanaman pohon sebagai puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di kawasan Jalan MERR, tepatnya di depan Kampus II UIN Sunan Ampel, Kelurahan Gunung Anyar, Surabaya, Sabtu (6/6).

Diikuti sekitar 1.125 peserta, kegiatan ini terhubung secara daring dengan peringatan serentak tingkat nasional yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Jumhur Hidayat.

Sejak pagi, peserta yang terdiri dari pejabat daerah, komunitas lingkungan, mahasiswa, pelajar, hingga warga sekitar bergotong royong membersihkan sepanjang aliran Sungai Gunung Anyar dan kawasan sekitarnya.

Hasilnya, sebanyak 10.205,27 kilogram sampah plastik, gulma, hingga eceng gondok berhasil diangkat dari aliran sungai sepanjang satu kilometer tersebut.

Usai pembersihan, Gubernur Khofifah bersama rombongan melanjutkan penanaman pohon pule setinggi enam meter sebagai simbol komitmen memperluas ruang hijau di wilayah perkotaan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan kotak pengelolaan sampah kepada perwakilan komunitas setempat usai mengikuti pertemuan video konferensi dengan Menteri.

Baca Juga  Momentum Idul Adha 1447 H, Pelindo Regional 3 Sub Jawa Salurkan 127 Hewan Kurban

Gubernur Khofifah mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai titik balik untuk mengubah perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 harus menjadi pendorong perubahan perilaku agar Jawa Timur semakin hijau, bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pelestarian lingkungan perlu ditempuh secara menyeluruh melalui empat pendekatan, yakni promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Langkah promotif diwujudkan melalui penghijauan massal dan penanaman pohon yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, langkah preventif dimulai dari kebiasaan memilah sampah sejak di tingkat rumah tangga.

Adapun langkah kuratif dilakukan lewat aksi nyata pembersihan lingkungan secara bersama-sama, sedangkan pendekatan rehabilitatif diterapkan dengan menghijaukan kembali lahan-lahan yang rusak atau butuh pemulihan ekosistem.

“Keempat langkah ini harus terus digalakkan dan dijalankan bersama. Begitu ada lahan yang siap ditanami, maka langkah rehabilitatif segera dilaksanakan,” tambahnya.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam melindungi ekosistem pesisir melalui pengembangan kawasan mangrove.

Baca Juga  Dinsos P3A Sumenep Terima Hewan Kurban dari Organisasi Perangkat Daerah

Data menunjukkan, sekitar 51 persen dari total hutan mangrove yang ada di Pulau Jawa tersebar di wilayah Jawa Timur.

Keberadaan tumbuhan tersebut dinilai sangat strategis untuk mengurangi dampak perubahan iklim karena kemampuannya menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar.

Hal ini diperkuat dengan diselenggarakannya Festival Mangrove selama tiga tahun terakhir sebagai upaya melibatkan masyarakat.

Selain penghijauan, Pemprov Jatim juga terus mendorong percepatan pengelolaan sampah melalui pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Berdasarkan standar kementerian, fasilitas idealnya mampu menangani 1.000 ton sampah per hari, yang saat ini sudah terpenuhi di wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya.

Pihaknya pun mengusulkan agar kawasan dengan kapasitas sekitar 500 ton per hari seperti Mataraman Raya dan Kediri Raya turut dimasukkan dalam skema pengembangan tersebut mengingat kebutuhan penanganan sampah yang terus meningkat.

“Kami berharap kesepakatan yang telah ditandatangani bersama Kementerian Lingkungan Hidup segera ditindaklanjuti agar pembangunannya dapat dipercepat,” harapnya.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga menyoroti perubahan positif yang terjadi di lingkungan pendidikan melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan atau SIKAP.

Baca Juga  Bupati Warsubi Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Jombang Rampung Akhir Juni 2026

Area belakang sekolah yang dulunya kerap dijadikan tempat pembuangan sampah kini telah bertransformasi menjadi lahan produktif untuk kebun sayur, buah, hingga peternakan skala kecil.

Program ini sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan dan keterampilan hidup bagi para siswa sejak dini.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dalam sambutannya mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Ia menilai integrasi pengelolaan sampah dan pelestarian mangrove yang diterapkan di wilayah tersebut dapat dijadikan contoh bagi provinsi lain di Indonesia.

“Saya tertantang untuk datang langsung melihatnya. Semoga apa yang dilakukan Jawa Timur dapat menginspirasi daerah lain,” tutupnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE