JOMBANG | SIGAP88 – Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang berkolaborasi mensosialisasikan penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan bantuan sosial (Bansos) benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan. Sosialisasi dipusatkan di Pendopo Kabupaten Jombang pada Sabtu (28/2/2026) pagi hingga selesai.

Kegiatan ini mengusung tema Kolaborasi Program Prioritas Presiden Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi.

Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, hadir bersama rombongan pada pukul 15.30 WIB disambut Bupati Jombang, Warsubi, Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Kepala BPS Kabupaten Jombang, Perwakilan Forkopimda, para Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang.

Tampak hadir juga Kepala Desa/Lurah, operator data desa/kelurahan, serta para SDM pilar-pilar sosial se-Kabupaten Jombang, Pendamping PKH, TKSK dan TAGANA.

Dalam arahannya, Syaifullah Yusuf menekankan pentingnya pengakhiran ego sektoral data sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025.

Mulai tahun 2025, data kemiskinan dipusatkan pada satu pintu yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan disajikan dalam peringkat Desil (1–10).

Baca Juga  Gubernur Jatim Tinjau Peternakan Sapi Baru di Nganjuk

Gus Ipul menegaskan bahwa Bupati, Wakil Bupati Jombang, hingga para pendamping dan Operator SIKS-NG Desa/Kelurahan harus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan data yang lebih akurat.

Gus Ipul menekankan bahwa data kemiskinan ini bersifat dinamis sehingga perlu dimutakhirkan secara terus-menerus melalui berbagai saluran, baik jalur formal maupun partisipasi masyarakat.

”Intinya, elemen-elemen strategis seperti RT, RW, kepala desa, Dinas Sosial, hingga BPS di daerah harus bersinergi di bawah koordinasi Bupati” ujar Gus Ipul

Hasil pemutakhiran data dari tingkat desa ini, terang Gus Ipul, nantinya akan dibawa ke Jakarta untuk diolah dan disajikan setiap tiga bulan sekali dalam bentuk pemeringkatan desil 1 sampai 10.

”Langkah ini merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan serta pemberian perlindungan sosial yang tepat sasaran” terangnya

”Data ini sangat dinamis, kondisi pagi dan sore bisa berbeda. Tugas kita di daerah adalah membantu pemutakhiran data secara faktual di lapangan, lalu mengirimkannya ke BPS” paparnya

Hasil olah data ini akan disajikan setiap 3 bulan sekali. ”Dengan data yang akurat, kita menghindari kesalahan sasaran yang bisa menjadi temuan di masa depan,” ujar Gus Ipul memaparkan secara detil.

Baca Juga  Dinsos P3A Sumenep Siap Kolaborasi Dengan BPBD Suplai Air Bersih Saat Kemarau

Selain jalur formal melalui Musyawarah Desa (Musdes), Gus Ipul membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi publik melalui mekanisme digital.

Jika masyarakat menemukan ketidaksesuaian bantuan seperti penerima yang memiliki aset mewah, mereka dapat melaporkan melalui saluran resmi melalui Aplikasi Cek Bansos: Melalui fitur “Usul” dan “Sanggah”. Command Center Kemensos: Kontak 171 atau 021-171 (Layanan 24 Jam). WhatsApp Center Kemensos Lapor Bansos: 08877 171 171.

Berdasarkan evaluasi dan pemutakhiran data yang dilakukan Kemensos RI sepanjang tahun 2025, ditemukan bahwa hampir 2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dinyatakan tidak lagi memenuhi kriteria untuk menerima bansos, sehingga data harus terus dimutakhirkan secara berkala.

Tidak hanya itu, dalam kunjungan ini, Gus Ipul juga melihat langsung penampilan siswa siswi Sekolah Rakyat (SR) dan mengajak dialog Kepala Sekolah dan siswa siswi SR untuk mengetahui perkembanganya.

Baca Juga  Poli Rehabilitasi Medik RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Hadirkan Terapi Wicara

Gus Ipul menyebut, bahwa per Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia, salah satunya yang berada di Jombang, yang diperuntukkan bagi anak-anak keluarga miskin ekstrem.

Bupati Jombang, Warsubi, menyambut baik bimbingan teknis ini sebagai langkah penting dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jombang.

Warsubi menegaskan komitmen Pemkab Jombang untuk memperkuat peran Operator Data Desa dan pilar-pilar sosial.

“Kami sangat mendukung penerapan DTSEN. Dengan pemetaan Desil yang jelas, intervensi pemerintah daerah akan lebih terukur. Kami siap berkolaborasi untuk menghadirkan data yang faktual dari tingkat RT/RW hingga Kabupaten, agar seluruh program bantuan sosial tepat sasaran, dan manfaat bagi masyarakat Jombang,” tegas Warsubi.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE