
SUMENEP | SIGAP88 – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, (BPBD) Kabupaten Sumenep akan mensuplai air bersih kepada warga di wilayah rawan kekeringan.
Apalagi akan menghadapi fenomena El-nino dengan prediksi prakiraan akan mengalami kemarau panjang.
“Kami menunggu data dari BPBD mengenai wilayah mana saja yang mengalami kering kritis,” kata kepala Dinsos P3A, Rahman Riyadi, Rabu (06/05).
Setidaknya, masyarakat yang wilayahnya mengalami kekeringan melakukan permohonan atau data langsung dari BPBD. “Kalau seperti itu maka harus dilakukan langkah Gercep mensuplai air bersih,” tegasnya.
“Kami akan melakukan support BPBD untuk ikut andil dalam memfasilitasi suplai air bersih kepada masyarakat,” terangnya
Kadinsos P3A juga menjelaskan bahwa, mengenai anggaran untuk memobilisasi air bersih ke wilayah wilayah kering kritis dari BPBD dengan permohonan ke keuangan.
“Dalam situasi pancaroba ini kami himbau masyarakat lebih bijak menggunakan air, karena air merupakan sumber kebutuhan pokok kita,” imbuhnya.
Sementara itu Kalaksa BPBD Sumenep Ach. Laili Maulidy mengatakan, sesuai dengan prakiraan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika, (BMKG) musim kemarau tahun 2026 panjang, mulai bulan Mei sampai awal Desember.
“Kemarau tahun 2026 ini diperkirakan panjang, dan Indonesia akan di hadang oleh fenomena El-Nino, maka masyarakat harus bijak memakai air,” imbaunya.
Disampaikan oleh Achmad Laili, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan pihak terkait dalam mensuplai air bersih ke wilayah kekeringan.
“Kami tetap berkolaborasi dengan pihak terkait seperti Dinsos,.PMI, PDAM, TNI/Polri, Forpimcam dan yang lain untuk memenuhi suplai air bersih,” pungkasnya















