Achmad Syamsuri Dinkes Sumenep
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri

SUMENEP | SIGAP88 – Pemkab Sumenep resmi mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.

Pencabutan KLB Campak tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo tertanggal 18 Desember 2025 dengan Nomor 100.3.3.2/419/KEP/013/2025

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau Dinkes P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Achmad Syamsuri membenarkan, status KLB Campak telah resmi dicabut melalui SK Bupati.

Kendati demikian, Dinkes P2KB Sumenep menegaskan tetap melakukan langkah-langkah antisipatif guna mencegah munculnya kembali kasus campak di wilayah tersebut.

“Status Campak di Kabupaten Sumenep telah mereda, namun status tersebut jangan membuat kita lengah, tetap waspada,” tegas Syamsuri. Rabu (22/4)

Baca Juga  Dandim 0826 Pamekasan Hadiri Halal Bihalal di Pendopo Budaya

Sebelumnya ujar Syamsuri, kasus campak sempat melanda kota keris ini dan ditetapkan status KLB pada bulan Agustus 2025 lalu, sebab kasus campak meningkat di beberapa wilayah

“Demi upaya perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, tetap berjalan optimal melalui penguatan imunisasi rutin dan program imunisasi kejar,“ kata dia.

Namun, ucap Syamsuri pencabutan status KLB Campak melalui SK Bupati bukan berarti kita lengah dengan permasalahan ini.

“Kita tetap konsisten melaksanakan tugas dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar anaknya rutin di imunisasi,“ ujarnya.

Baca Juga  Kabupaten Pamekasan Bidik Proyek Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

“Imunisasi rutin tetap dilaksanakan, dan kami tambahkan imunisasi kejar untuk mengejar anak-anak yang belum lengkap imunisasinya,” jelasnya

Menurutnya, program imunisasi kejar difokuskan pada bayi, balita, dan baduta yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Berdasarkan data puskesmas, masih terdapat anak-anak yang mengalami keterlambatan imunisasi akibat berbagai faktor.

Faktor tersebut dikarenakan anak sedang sakit dan orang tuanya menunda imunisasi sehingga lupa dan terlewatkan

“Hal ini berakibat anak menjadi sasaran imunisasi kejar,“ tegasnya.

“Kami selalu memantau dengan berbasis data dan setiap puskesmas mengevaluasi dalam setiap bulannya,“ ucapnya.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-08 Palengaan bantu Warga Dusun Glugur 3 Giling Padi

Selain itu, dalam rangka meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat, pihaknya bekerja sama dengan para tokoh masyarakat dan lintas sektor guna meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Alhamdulillah, melalui kerjasama dengan semua pihak kesadaran masyarakat meningkat sehingga KLB Campak dapat teratasi dengan baik, dan semoga kedepannya tidak akan terjadi lagi,“ pungkasnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE