
SURABAYA | SIGAP88 — Pengelolaan arus kendaraan di kawasan stasiun menjadi salah satu titik krusial selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Di tengah tingginya mobilitas penumpang kereta api, Satlantas Polrestabes Surabaya dinilai berhasil menjaga pergerakan lalu lintas tetap terkendali.
Atas capaian tersebut, Satlantas Polrestabes Surabaya meraih predikat terbaik dalam kategori Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Stasiun pada pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Penghargaan itu diserahkan Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Hakim kepada Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya dalam kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Kamseltibcarlantas Senin (8/8/2026).
Penilaian Ditlantas Polda Jatim tersebut mencakup penerapan manajemen lalu lintas dan rekayasa kendaraan di sejumlah kawasan stasiun yang menjadi titik dengan mobilitas masyarakat cukup tinggi selama periode Lebaran.
Di Surabaya, perhatian utama diarahkan pada tiga stasiun, yakni Stasiun Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Wonokromo.
Ketiga lokasi tersebut memiliki karakteristik arus kendaraan yang berbeda karena tingginya aktivitas penumpang, kendaraan pengantar maupun penjemput, serta pergerakan masyarakat di sekitar kawasan stasiun.
Menurut AKBP Galih Bayu Raditya, kondisi tersebut membutuhkan pola pengaturan yang tidak hanya mengandalkan penempatan personel, tetapi juga menyesuaikan rekayasa lalu lintas dengan situasi yang berkembang di lapangan.
“Ketiga lokasi tersebut memiliki aktivitas penumpang yang sangat tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan pengaturan lalu lintas yang efektif, kesiapan personel penuh, serta rekayasa yang dinamis menyesuaikan kondisi riil di lapangan,” ujar Galih.
Capaian Satlantas Polrestabes Surabaya tersebut kemudian menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Jawa Timur.
Kombes Pol Rahmat Hakim mengatakan, penilaian dilakukan untuk melihat sejauh mana strategi pengaturan lalu lintas mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan balik.
“Penilaian ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh Operasi Ketupat Semeru 2026. Kami menilai bagaimana manajemen dan rekayasa lalu lintas diterapkan secara presisi untuk memberikan kelancaran, keamanan, serta kenyamanan bagi pemudik,” kata Rahmat.
Bagi Satlantas Polrestabes Surabaya, penghargaan tersebut tidak dipandang sebagai akhir dari evaluasi. Capaian selama Operasi Ketupat Semeru 2026 justru menjadi tolok ukur untuk menghadapi periode dengan potensi peningkatan mobilitas masyarakat berikutnya.
Galih menyebut pengaturan lalu lintas di kawasan stasiun akan terus dievaluasi, terutama untuk mengantisipasi kepadatan pada momentum libur panjang maupun periode peningkatan perjalanan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan. Pengaturan lalu lintas di kawasan stasiun akan terus dievaluasi agar mobilitas warga Surabaya dan sekitarnya tetap aman dan lancar,” pungkasnya.

















