SUMENEP | SIGAP88 – Sungguh sangat kejam seorang anak di kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep, Madura tega bunuh bapak kandungnya. Minggu (17/08/2025) malam.

Korban bernama Misnayu (59), seorang warga Dusun Kebun, Desa Bringsang.

Korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya dengan kondisi luka di bagian kepala.

Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga terlibat pertengkaran dengan anak kandungnya sendiri, Supriyanto (25), yang kemudian berujung pada peristiwa nahas tersebut.

Saat polsek Giligenting tiba di lokasi, terduga sudah berada di halaman rumah dengan kondisi luka robek di pergelangan tangan dan perut.

Baca Juga  Tim Yankes Bergerak Jatim Berhasil Tangani Persalinan Warga Kecamatan Raas Diatas Kapal Dharma Kartika

Dari tangan korban juga ditemukan sebuah gunting, serta pecahan piring yang berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Giligenting, AKP Mawardi, menjelaskan pihaknya langsung melakukan langkah cepat setelah menerima laporan.

“Setelah mendapatkan informasi, anggota segera mendatangi TKP, mengamankan barang bukti, mencatat keterangan saksi, dan membawa korban ke Puskesmas Giligenting untuk dimintakan visum,” kata Kapolsek Mawardi.

Sementara terduga Supriyanto, kami amankan dan dibawa ke RSUD Sumenep untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes kejiwaan “karena diduga memiliki keterbelakangan mental,” terangnya.

Baca Juga  Kalaksa BPBD Sumenep Imbau Masyarakat Waspadai Fenomena El Nino

Kasihumas Polres Sumenep, AKP Widiarti, mewakili Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan menangani kasus ini secara profesional dan berhati-hati.

“Kasus ini sangat sensitif karena melibatkan hubungan keluarga serta adanya dugaan gangguan kejiwaan pada pelaku,” kata Widiarti, Senin(18/8)

Polres Sumenep bersama Polsek Giligenting sudah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga, pemerintah desa, dan instansi terkait, termasuk dinas sosial, guna menentukan langkah terbaik bagi penanganan selanjutnya.

“Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan tetap mengedepankan rasa kemanusiaan,” tegasnya.

Baca Juga  Puskesmas Sapeken Implementasikan Program Sempol Sehat Dinkes P2KB Sumenep

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan medis, sementara pelaku masih menjalani perawatan sekaligus observasi medis di RSUD Sumenep.

“Polisi tengah menunggu hasil pemeriksaan medis terkait kondisi kejiwaan pelaku sebelum melangkah ke proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE