
SUMENEP | SIGAP88 — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep resmi ditunjuk menjadi salah satu penerima Program Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Program strategis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) ini akan mulai bergulir pada tahun 2026.
Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep, fasilitas kesehatan ini dipercaya mengampu layanan kesehatan empat penyakit prioritas utama tersebut. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam peningkatan mutu pelayanan medis di wilayah Madura.
Pangkas Jarak Rujukan Pasien Kritis
Tujuan utama dari program KJSU ini adalah meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan di tingkat daerah. Ke depan, masyarakat Sumenep dan sekitarnya tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar provinsi hanya untuk mendapatkan penanganan medis penyakit kritis yang memadai.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, membenarkan kabar penunjukan tersebut saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Kamis (18/6).
“Alhamdulillah, tahun 2026 ini kami mendapatkan program KJSU yang merupakan prioritas nasional kementerian,” ujar dr. Erliyati.
Menurutnya, program nasional ini menjadi langkah krusial dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini juga dinilai sangat sejalan dengan semangat Bismillah Melayani yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Target Operasional Penuh Tahun 2027
Saat ini, proses pembangunan fisik gedung KJSU terus dikebut. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan pembangunan sarana penunjang serta pengadaan alat kesehatan (alkes) modern untuk mendukung layanan tersebut.
“Kami menargetkan fasilitas pelayanan KJSU ini sudah dapat dioperasionalkan secara penuh pada tahun 2027 mendatang,” tambah dr. Erliyati.
Akselerasi Kesiapan Dokter Spesialis
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, manajemen RSUD Sumenep juga terus bergerak cepat mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
Hingga saat ini, tenaga medis spesialis untuk layanan kanker dan uronefrologi sudah siap sedia di rumah sakit. Sementara itu, untuk tenaga spesialis jantung saat ini masih menjalani program pendidikan lanjutan.
Di sisi lain, pihak rumah sakit mengakui masih menghadapi tantangan untuk pemenuhan layanan stroke. Manajemen terus berupaya mencari dan mempersiapkan tenaga spesialis yang dibutuhkan agar seluruh lini layanan KJSU berjalan optimal.
“Untuk stroke memang belum ada, tetapi kami terus bergerak mempersiapkan SDM yang dibutuhkan. Harapan kami seluruh layanan ini segera siap sehingga masyarakat Sumenep bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap di daerah sendiri,” pungkasnya.















