
SUMENEP | Sigap88 – Puskesmas Nonggunong, kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep terus berupaya melakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti agar kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) bisa diminimalisir.
Kepala Puskesmas Nonggunong, Bambang menyampaikan, saat ini kasus demam berdarah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ada dua kasus.
“Sampai Minggu ke empat bulan Februari 2025 kasus demam berdarah dengue yang positif ada 1 orang dan 1 orang lagi masih dalam pemeriksaan dan menunggu hasil lab,” kata Bambang, saat ditemui di ruang kerjanya oleh media sigap88.com Senin (24/02).
Pihaknya dalam mengantisipasi penyebaran DBD selalu rutin turun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi, termasuk melalui bidan setempat.
Selain itu pihaknya mendorong agar masyarakat berprilaku hidup sehat, “Kami menganjurkan kepada masyarakat melalui kepala desa untuk melakukan kerja bakti bersih lingkungan” ujar Bambang
Bambang menjelaskan, dengan menerapkan 3M plus yaitu, Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang. 3M Plus merupakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah DBD. 3M Plus merupakan bagian dari upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk
“Kami juga menganjurkan kepada masyarakat untuk menabur bubuk ABATE di tempat penampungan air seperti di bak mandi guna, membunuh jentik Andes aigepty,” ujarnya
“Guna memotivasi masyarakat berprilaku hidup sehat, kami bersama stakeholder galakkan gotong royong bersih lingkungan,” papar Bambang.
Bahkan, peran Jumantik dalam meneliti adanya jentik nyamuk Aedes aegypti sangat dominan, untuk mengetahui adanya jentik nyamuk sehingga dengan cepat melakukan pemberantasan melalui penerapan 3M dan penaburan bubuk ABATE.
“Melalui kader kader di setiap desa dapat secara cepat memberikan motivasi kepada masyarakat pencegahan penyakit DBD,” pungkasnya















