PT Bawang Mas Group membuka pembelian perdana tembakau Madura 2026 di Pamekasan
Pembelian perdana tembakau Madura musim panen 2026 oleh PT Bawang Mas Group di Pamekasan, Minggu (16/8/2026).

PAMEKASAN | SIGAP88 — PT Bawang Mas Group resmi memulai pembelian perdana tembakau hasil panen petani Madura untuk musim panen 2026. Pembelian berlangsung di lokasi perusahaan, Jalan Raya Trasak, Dusun Barat Lorong, Desa Peltong, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (16/8/2026).

Pembukaan pembelian perdana tersebut turut dihadiri sejumlah ulama Basrah yang disebut sebagai penggagas lahirnya P4TM. Sebelum proses pembelian dimulai, para ulama menggelar doa bersama sebagai bentuk ikhtiar menyambut musim panen tembakau 2026.

Doa bersama tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hasil panen sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani tembakau di Madura.

CEO PT Bawang Mas Group, Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan Haji Her, mengatakan doa bersama tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan kelancaran musim panen tembakau tahun ini.

“Doa bersama ini bagian dari harapan agar kualitas tembakau yang dihasilkan petani semakin baik sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi para petani tembakau di Madura,” ujar Haji Her.

Harga Tembakau Berdasarkan Kualitas

Memasuki musim pembelian 2026, PT Bawang Mas Group menerapkan sistem penentuan harga berdasarkan kualitas daun tembakau.

Haji Her mengatakan, perbedaan kualitas menjadi salah satu dasar perusahaan dalam menentukan harga pembelian tembakau per kilogram.

“PT Bawang Mas Group menerapkan sistem pembelian berdasarkan kualitas daun tembakau,” kata Haji Her.

Berdasarkan informasi harga yang disampaikan perusahaan saat pembukaan pembelian perdana, harga tembakau yang berlaku terdiri atas sejumlah kategori kualitas.

Kode kualitas| Harga per kilogram
T| Rp50.000
HR| Rp55.000–Rp60.000
G| Rp55.000
AB| Rp60.000
A| Rp60.000–Rp70.000
A+| Rp70.000–Rp75.000

Dengan skema tersebut, harga tertinggi yang tercantum untuk sementara mencapai Rp75.000 per kilogram untuk kategori A+.

Tembakau Muda dan Pahit Tidak Diterima

Selain menetapkan harga berdasarkan kualitas, perusahaan juga memberlakukan persyaratan terhadap tembakau yang akan dibeli.

Haji Her menyampaikan, tembakau yang masih muda dan memiliki rasa pahit tidak masuk dalam kriteria penerimaan perusahaan.

“Salah satunya, daun tembakau yang masih muda dan memiliki rasa pahit tidak masuk dalam kriteria penerimaan,” ungkapnya.

Menurut Haji Her, ketentuan tersebut berkaitan dengan upaya perusahaan mempertahankan kualitas bahan baku serta standar produk yang dihasilkan.

Karena itu, petani diminta melakukan seleksi terhadap hasil panen sebelum membawa tembakau ke lokasi pembelian.

“Karena itu, petani diimbau melakukan seleksi terhadap hasil panen sebelum membawanya ke lokasi pembelian. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar proses pemeriksaan kualitas, penimbangan hingga transaksi,” tegasnya.

Seleksi sejak dari hasil panen diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemeriksaan kualitas dan penimbangan ketika tembakau tiba di lokasi pembelian.

Jaga Kemitraan dengan Petani

Pembelian perdana tahun ini menjadi bagian dari keberlanjutan hubungan PT Bawang Mas Group dengan para petani tembakau Madura.

Perusahaan menempatkan petani sebagai salah satu mitra utama dalam pemenuhan pasokan tembakau. Karena itu, kualitas hasil panen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kerja sama tersebut.

Haji Her berharap hubungan antara perusahaan dan petani dapat terus berjalan secara baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Hubungan kemitraan antara perusahaan dan petani diharapkan dapat terus berjalan dengan baik, saling memberikan manfaat, serta mendorong peningkatan kualitas tembakau yang dihasilkan petani Madura,” kata dia.

Bagi petani, penerapan harga berdasarkan kualitas membuat proses seleksi hasil panen menjadi bagian penting sebelum tembakau dibawa ke tempat pembelian.

Dengan standar tersebut, kualitas tembakau tidak hanya menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan harga, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani.

📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses