JOMBANG | SIGAP88 — Penguatan ketahanan pangan nasional kini tidak lagi berhenti pada kebijakan di tingkat pusat. Implementasinya mulai bergerak hingga ke tingkat desa melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan institusi kepolisian dalam memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh para petani sebagai ujung tombak produksi pangan.

Langkah itu terlihat di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, saat Polres Jombang memfasilitasi penyaluran bantuan benih jagung dari Kementerian Pertanian kepada sejumlah kelompok tani, Rabu (15/7/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan musim tanam sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah yang selama ini menjadi salah satu sentra budidaya jagung di Jombang.

Bagi petani, ketersediaan benih berkualitas merupakan faktor awal yang menentukan keberhasilan budidaya. Karena itu, dukungan pemerintah melalui penyediaan sarana produksi dinilai tidak hanya membantu menekan biaya tanam, tetapi juga menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah tuntutan mewujudkan swasembada pangan nasional.

Penyaluran bantuan tersebut dipusatkan di Markas Polsek Mojowarno dengan melibatkan unsur kepolisian, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dari seluruh wilayah kecamatan. Sebanyak 6.060 kilogram benih jagung diserahkan kepada sembilan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan kelompok tani sebagai penerima manfaat untuk mendukung musim tanam berikutnya.

Kapolsek Mojowarno Iptu Dhira Wira Prasasta mengatakan, program tersebut merupakan bentuk sinergi antara Kementerian Pertanian dan Polri dalam mendukung agenda strategis pemerintah di sektor pangan. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kesiapan petani memperoleh sarana produksi yang memadai sejak awal masa tanam.

“Kami berharap bantuan benih jagung ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh kelompok tani penerima. Semoga bantuan ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mendukung swasembada pangan, serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan para petani di Kecamatan Mojowarno. Polri akan terus hadir mendukung program pemerintah, termasuk di sektor pertanian, demi terwujudnya ketahanan pangan yang kuat,” ujar Iptu Dhira mewakili Kapolres Jombang

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak sebatas mendukung aspek pengamanan, melainkan juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan masyarakat tani agar program nasional dapat berjalan efektif hingga tingkat desa.

Bagi kelompok tani, bantuan benih tersebut menjadi suntikan optimisme di tengah upaya menjaga produktivitas lahan pertanian. Ketersediaan benih berkualitas dinilai menjadi faktor penting untuk memperoleh hasil panen yang lebih baik, sekaligus menekan risiko penurunan produksi akibat penggunaan benih yang tidak sesuai standar.

Perwakilan kelompok tani yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui Kementerian Pertanian bersama Polres Jombang. Mereka berharap benih yang diterima dapat segera didistribusikan kepada anggota kelompok untuk dimanfaatkan pada musim tanam yang telah direncanakan, sehingga potensi hasil panen dapat meningkat dan berdampak langsung terhadap pendapatan petani.

Di sisi lain, keterlibatan berbagai pihak dalam penyaluran bantuan tersebut menunjukkan bahwa penguatan sektor pertanian tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi antara pemerintah, aparat kepolisian, penyuluh pertanian, dan petani menjadi mata rantai yang saling melengkapi agar program ketahanan pangan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi berlanjut hingga peningkatan hasil produksi di lapangan.

Dengan pola kolaborasi yang terus diperkuat, penyaluran benih jagung di Mojowarno diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi investasi awal bagi keberlanjutan produksi pangan di tingkat daerah sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Jombang dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

Program penyaluran benih jagung tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan pendekatan dalam membangun ketahanan pangan. Jika sebelumnya dukungan pemerintah lebih banyak dipahami melalui kebijakan dan bantuan anggaran, kini implementasinya diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang langsung menyentuh kebutuhan petani di lapangan.

Bagi Kabupaten Jombang yang memiliki sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi daerah, kesinambungan dukungan terhadap petani menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah benih yang disalurkan, tetapi juga dari seberapa besar benih tersebut mampu meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani pada musim panen mendatang.

Karena itu, sinergi antara Kementerian Pertanian, Polri, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan kelompok tani diharapkan terus berlanjut. Ketika seluruh elemen bergerak dalam satu tujuan yang sama, upaya mewujudkan swasembada pangan bukan lagi sekadar target nasional, melainkan dapat tumbuh menjadi kekuatan nyata yang berawal dari desa-desa, termasuk di Kecamatan Mojowarno.