Sumenep | Sigap88 – Ketua Brigade 571 Trisula Macan Putih Wilayah Madura Syarkawi turut menyoroti terjadinya penyelundupan pupuk bersubsidi jenis Urea dan Ponska di kabupaten ujung timur Madura (Sumenep).

Menurut Syarkawi tugas dan fungsi Komisi pengawasan pupuk dan pestisida (KP3) mengenai pendistribusian pupuk kepada petani sudah jelas.

“Saya menganggap tugas dan fungsi KP3 Mandul, kalau tugas dan fungsinya benar benar di jalankan tidak akan terjadi penyelundupan,” kata Syarkawi. Selasa (21/03).

Baca Juga  Dinsos P3A Sumenep Bentuk Satgas PPA Tingkat Desa di Kecamatan Arjasa

Dirinya menyampaikan, mekanisme pendistribusian pupuk sudah jelas mulai dari tingkat Distributor ke kios dan sampai ke kelompok.

Tugas KP3 kata dia, melakukan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penyimpanan serta penggunaan pupuk dan pestisida dikabupaten Sumenep ini.

Ironisnya, selama ini masih banyak petani mengeluh dengan kelangkaan pupuk. “Saya menduga ada kongkalikong dalam penyelundupan pupuk bersubsidi,” paparnya.

Baca Juga  Dandim 0826 Pamekasan Pimpin Upacara Harkitnas ke-118

“Pupuk bersubsidi 18 ton yang akan di selundupkan bukan jumlah sedikit, petani berteriak tentang kelangkaan pupuk, justru pupuk yang ada hendak di selundupkan,” geramnya.

Pihak penegak hukum harus mengusut tuntas tentang kasus ini. “Kami menduga bukan hanya inisial W saja yang terlibat penyelundupan pupuk bersubsidi, tapi saya punya keyakinan ada orang lain dalam penyelundupan tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga  Kadisdik Sumenep Tegaskan Telah Serahkan Data Siswa Penerima MBG ke Koordinator

“Polres Sumenep harus bertindak cepat dalam mengusut kasus penyelundupan pupuk bersubsidi, sampai kepada akar akarnya,” pungkas Syarkawi.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE