SUMENEP | SIGAP88 — Di sebuah sekolah dasar yang berada di Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, masa pengenalan sekolah tidak berhenti pada pengenalan ruang kelas, guru, maupun lingkungan belajar.

Bagi SDN Pagerungan Kecil 2, hari-hari pertama siswa mengenal sekolah menjadi kesempatan untuk menanamkan sesuatu yang lebih mendasar: bagaimana menjadi pribadi yang jujur, santun, mampu menghargai orang lain, serta tumbuh tanpa kehilangan kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai itulah yang menjadi bagian dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Pagerungan Kecil 2.

MPLS yang berakhir pada Senin (20/7/2026) ditutup dengan upacara bendera dan pemberian cendera mata kepada siswa yang dinilai menunjukkan dedikasi tinggi selama mengikuti kegiatan.

Namun, makna MPLS bagi sekolah tersebut tidak berhenti pada seremoni penutupan.

Di balik rangkaian kegiatan itu, para siswa diajak memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik. Sekolah juga menjadi ruang untuk belajar menghormati, berteman, bekerja sama, berpikir kritis, serta memahami bahwa tidak ada tempat bagi bullying di antara sesama siswa.

“Saat MPLS kami memberikan pendidikan karakter, sopan santun, kejujuran, serta kepatuhan kepada orang tua, guru, sesama teman sekolah dan orang lain,” kata salah seorang guru SDN Pagerungan Kecil 2, Rusman, Senin (20/7/2026).

Pesan-pesan tersebut tidak disampaikan dalam suasana yang selalu serius. Anak-anak tetap diajak belajar melalui permainan dan berbagai aktivitas edukatif agar proses pengenalan sekolah berlangsung menyenangkan.

Di sela kegiatan, para siswa juga mendapatkan materi dan video edukasi melalui televisi digital yang tersedia di sekolah.

Bagi anak-anak, belajar dengan cara yang menyenangkan dapat menjadi pengalaman yang lebih mudah dikenang. Sementara bagi sekolah, setiap kegiatan menjadi bagian dari proses panjang untuk membentuk karakter mereka.

Rusman mengatakan, siswa juga didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan kepedulian sosial. Pendidikan, menurutnya, harus mampu mengembangkan potensi anak baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

“Kami memberikan pendidikan dengan sepenuh hati dan melayani semaksimal mungkin agar dapat mengantarkan siswa meraih prestasi dan cita-cita mereka,” ujarnya.

Harapan itu menjadi semakin berarti karena pendidikan berlangsung di wilayah kepulauan. Anak-anak Pagerungan Kecil tumbuh dengan tantangan dan lingkungan mereka sendiri. Di tempat seperti inilah sekolah tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi salah satu tempat penting untuk menyiapkan generasi masa depan.

Rusman, yang merupakan putra daerah Desa Pagerungan Kecil, berharap seluruh tenaga pendidik terus memberikan yang terbaik bagi anak-anak di daerah tersebut.

Sebab, masa depan tidak selalu dimulai dari tempat yang besar.

Kadang, ia tumbuh dari ruang kelas sederhana, dari nasihat seorang guru, dari permainan yang membuat anak-anak tertawa, dan dari kebiasaan kecil untuk berkata jujur serta menghormati orang lain.

“Dengan profesionalisme para dewan guru, kami berharap dapat mengantarkan siswa menuju masa depan yang cerah sebagai calon pemimpin masa depan,” pungkasnya.