SUMENEP | SIGAP88 – Musim kemarau, sejumlah wilayah Kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura banyak yang mengalami kekeringan. Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep melakukan suplai kepada daerah daerah yang mengalami kering kritis dan kering langka.

Kepala BPBD Sumenep Ach Laili Maulidy mengatakan, dengan keadaan kemarau seperti ini masyarakat harus bijak menggunakan air, karena banyak masyarakat berada di daerah yang kritis air.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk bijak mempergunakan air,” kata kepala BPBD Sumenep Ach Laili Maulidy, saat di temui di ruang kerjanya. Jum’at (25/10).

Menurutnya, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh BMKG kemarau terjadi sejak bulan Juli sehingga, kami sebagai OPD yang menangani kebencanaan melakukan suplai air ketitik titik rawan air bersih.

Baca Juga  Dishub Jombang Sebut 160 Titik Penerangan Jalan Umum Segera Dibangun

“Setiap hari kami melakukan suplai air bersih kepada titik rawan air bersih,” ucapnya.

Achmad Laili Maulidy menjelaskan pula, sesuai dengan prakiraan dari BMKG musim kemarau akan berakhir di akhir bulan Oktober dan curah hujan akan normal mulai awal bulan November.

Namun demikian, kami tetap akan menyuplai air bersih kepada daerah yang masih kelangkaan air bersih. “Kami tetap siap melakukan suplai air bersih kepada daerah yang masih kekurangan air bersih,” tegasnya.

Baca Juga  Yankes Bergerak Jatim Tahap I Tahun 2026 Sukses Layani 882 Warga Pulau Raas

“Yang paling mengalami dampak kekeringan di musim.kemarau adalah Kecamatan Pasongsongan tepatnya di desa Montorna dan desa Prancak,” tuturnya.

Ada dua katagori kekeringan sambung Ach Laili Maulidy yakni desa kering kritis dan kering langka.

“Katagori kering kritis, apabila jarak air bersih di wilayah tersebut sekitar 3 km, sedangkan kering langka antara 500 meter sampai 3 km,” imbuhnya.

Ada beberapa kecamatan yang terdampak kekeringan akibat kemarau seperti, Kecamatan Pasongsongan, kecamatan Talango, kecamatan Rubaru, Kecamatan Batu putih, Kecamatan Arjasa, Kecamatan Gayam.

“Sesuai dengan SK Bupati tahun 2024 ada 64 desa yang mengalami kekeringan, ada 8 desa kering kritis dan 56 desa kering langka,” ucapnya.

Baca Juga  Dinsos P3A Sumenep Bentuk Satgas PPA Tingkat Desa di Kecamatan Arjasa

“Maka dari itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar masyarakat bijak memakai air, masyarakat banyak menanam pohon, karena akar pohon dapat menyimpan air, mencegah penebangan pohon secara liar, membuat sumur serapan, jangan membuang sampah sembarangan dll,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE