Jurnalis Surabaya bermain domino Piala ORADO Jatim
Jurnalis mengikuti permainan domino dalam rangkaian Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026. Ajang tersebut memperebutkan Piala ORADO Jawa Timur dan digelar di Surabaya.

SURABAYA | SIGAP88 — Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bakal dirayakan dengan cara berbeda oleh kalangan insan pers di Surabaya. Bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi lewat pertandingan domino yang mempertemukan jurnalis dari berbagai media.

Turnamen bertajuk Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Hanaka Social Space, Jalan Flores Nomor 18, Surabaya.

Ajang ini memperebutkan Piala Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur dan digagas Rumah Literasi Digital (RLD), dengan melibatkan sejumlah unsur komunitas dan organisasi pers. TIMES Indonesia tercatat sebagai media partner, sementara Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya turut menggelar Lomba Foto On The Spot dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Ketua ORADO Jawa Timur Mahenda Abdillah Kamil menilai keterlibatan jurnalis dalam olahraga domino bukan sekadar persoalan menang dan kalah. Lebih dari itu, pertandingan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan para pekerja media dalam suasana yang lebih cair.

Menurut Mahenda, profesi jurnalistik memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi. Jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan edukasi, memperkuat literasi publik, serta ikut menjaga kualitas ruang informasi di tengah masyarakat.

“Sebagai pilar demokrasi, insan pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, memperkuat literasi publik, dan menjadi perekat persatuan bangsa,” ujar Mahenda.

Ia menilai jejaring yang dimiliki media juga menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun komunikasi publik. Karena itu, interaksi antara insan pers dengan berbagai komunitas, termasuk dunia olahraga, dinilai penting untuk terus dikembangkan.

Menariknya, Mahenda melihat terdapat sejumlah kesamaan antara karakter permainan domino dengan kerja jurnalistik.

Dalam pertandingan, pemain dituntut mampu membaca situasi, menyusun strategi, menjaga konsentrasi, sekaligus mengambil keputusan secara cermat. Kemampuan tersebut, menurut dia, memiliki irisan dengan tuntutan kerja jurnalistik yang membutuhkan ketelitian dan kemampuan menganalisis informasi.

“Domino sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang terus berkembang dan memiliki prestasi. Ada strategi, kecermatan, konsentrasi, kemampuan analisis, serta yang paling penting menjunjung tinggi sportivitas dan fair play,” katanya.

Bagi Mahenda, Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 memiliki nilai lebih karena mempertemukan dua ruang yang berbeda—olahraga dan komunitas jurnalistik—dalam satu momentum peringatan kemerdekaan.

Ia berharap pertandingan tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi berkembang menjadi ruang komunikasi antarsesama pekerja media.

“Harapannya, kegiatan ini bukan hanya menjadi turnamen, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, kolaborasi, dan penguatan jejaring antarmedia,” tuturnya.

Tidak Hanya Domino, Ada Lomba Foto

Sementara itu, Direktur Rumah Literasi Digital (RLD) Andika Ismawan mengatakan rangkaian kegiatan juga akan diisi Lomba Foto On The Spot yang digelar PFI Surabaya.

Lomba tersebut terbuka bagi pewarta foto, fotografer, maupun masyarakat umum. Peserta nantinya dapat mengabadikan berbagai momen yang muncul selama pelaksanaan turnamen.

Tema fotografi akan berkaitan dengan semangat kemerdekaan, sportivitas, kebersamaan, hingga dinamika peserta selama pertandingan berlangsung.

“Tema fotografi akan berkaitan dengan semangat kemerdekaan, sportivitas, kebersamaan, serta dinamika peserta selama mengikuti pertandingan,” kata Andika.

Menurut dia, kehadiran lomba foto diharapkan memberikan ruang kreativitas sekaligus memperkaya rangkaian kegiatan. Momen pertandingan tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga dapat dilihat dari perspektif visual melalui karya para fotografer.

Andika sekaligus mengajak jurnalis dari berbagai media untuk ikut ambil bagian. Selain menjadi ruang kompetisi, turnamen tersebut diharapkan dapat mempertemukan kembali para pekerja media dalam suasana yang lebih santai di luar rutinitas peliputan.

“Jadi, kami mengajak seluruh jurnalis untuk ikut ambil bagian. Turnamen ini gratis, tidak dipungut biaya, dan ada hadiah jutaan rupiah yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan sekaligus membangun komunikasi antarsesama jurnalis.

“Ini menjadi momentum untuk bersilaturahmi, bersenang-senang, sekaligus mengasah sportivitas bersama rekan-rekan jurnalis dari berbagai media,” imbuhnya.

Informasi mengenai pendaftaran Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 maupun Lomba Foto On The Spot dapat diperoleh melalui akun media sosial Rumah Literasi Digital dan PFI Surabaya.

Bagi kalangan jurnalis, turnamen ini bukan sekadar memindahkan meja kerja ke meja pertandingan. Ada ruang untuk bertemu, berbincang, membangun jejaring, dan sejenak menikmati kompetisi dalam suasana peringatan kemerdekaan.

Di tengah ritme kerja jurnalistik yang kerap bergerak cepat, ruang-ruang kebersamaan semacam itu menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi dan solidaritas antarsesama pekerja media.

📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN