KEDIRI | SIGAP88 – Di tengah upaya meningkatkan produksi pangan, petani jagung di wilayah Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, masih dihadapkan pada persoalan klasik yang terus berulang setiap musim tanam, yakni serangan hama dan pertumbuhan gulma yang berpotensi menekan hasil panen.
Kondisi tersebut terungkap saat Bhabinkamtibmas Desa Tanon, Polsek Papar Polres Kediri, Aipda Wijianto, melakukan pemantauan dan pendampingan di lahan pertanian milik kelompok tani setempat, Rabu (24/6/2026).
Dalam kunjungannya, Aipda Wijianto berdialog langsung dengan petani untuk mengetahui perkembangan tanaman jagung sekaligus mendengar berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Selain faktor cuaca, ancaman hama dan gulma menjadi perhatian utama karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman apabila tidak ditangani secara tepat.
Pemantauan dilakukan dengan meninjau kondisi tanaman di lapangan, mulai dari pertumbuhan batang dan daun hingga kebersihan area tanam yang berpengaruh terhadap produktivitas lahan. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar informasi mengenai langkah-langkah perawatan tanaman yang dinilai efektif dalam menjaga kualitas hasil panen.
Kapolsek Papar Kompol Sriati mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap sektor pangan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani diharapkan dapat memperkuat sinergi serta membantu menyerap berbagai informasi dan kendala yang dihadapi masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Menurut Sriati, komunikasi yang terjalin secara langsung memungkinkan berbagai persoalan di sektor pertanian dapat diketahui lebih dini sehingga memudahkan koordinasi dengan pihak terkait apabila diperlukan langkah penanganan lebih lanjut.
Bagi petani, pendampingan di lapangan bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan ruang untuk menyampaikan kondisi riil yang mereka hadapi selama musim tanam. Melalui komunikasi yang terus terbangun, berbagai tantangan budidaya diharapkan dapat diantisipasi sejak awal sehingga produktivitas tanaman jagung tetap terjaga dan mendukung ketahanan pangan daerah.

















