
SUMENEP | SIGAP88 – Peringatan Hari Kartini di Indonesia setiap 21 April dirayakan sebagai sebuah momentum pengingat akan sosok Raden Ajeng Kartini dan usahanya dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan.
Berbagai bentuk perayaan dilakukan untuk mengenang sekaligus mengingat jasa pahlawan perempuan Indonesia yang berkat pemikirannya mendorong meluasnya emansipasi di nusantara.
Direktur Utama (Dirut) RSUD dr H Moh Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menyampaikan, momentum hari Kartini ini sebaiknya dijadikan sebuah cambuk bagi kaum perempuan untuk meningkatkan potensi
Bagi dr Erliyati, sosok Kartini adalah cerminan sosok perempuan yang cerdas dan mandiri.
Perjuangan terhadap emansipasi tidak hanya terbatas pada menuntut adanya persamaan hak, namun juga mendorong perempuan untuk melengkapi diri dengan kemampuan serta pengetahuan yang mumpuni.
“Di hari Kartini kami merayakan dengan mengimplementasikan emansipasi wanita dengan kerja nyata melayani kesehatan kepada masyarakat,” kata dr. Erliyati. Selasa (21/04)
Menurutnya, merayakan hari Kartini bukan harus melalui pesta dan pagelaran, akan tetapi kita bisa memaknai emansipasi yang ia tanam bisa dituangkan dalam tugas dan kewajiban kita sebagai pelayan masyarakat.
“Kita mengimplementasikan emansipasi wanita yang di bawa oleh Ibu Kartini dengan semangat memberikan layanan kesehatan sepenuh hati,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai direktur RSUDMA Sumenep tetap merayakan hari Kartini dengan segenap emansipasinya “yaitu komitmen memberikan layanan kepada segenap pasien dan keluarga pasien“ ungkapnya
Sebagai Kartini-Kartini muda sambung Erliyati, wajib menelaah perjuangan ibu Kartini dengan selalu siap memberikan layanan kesehatan kepada para pasien.
dr. Erliyati menegaskan, emansipasi wanita itu merupakan perjuangan untuk mendapatkan kesetaraan hak dan kesempatan yang sama dengan laki-laki yang tujuannya agar perempuan dapat mandiri, mendapatkan pendidikan, bekerja, dan mengembangkan potensi diri tanpa diskriminasi
“Sebagai kaum perempuan, kami menunjukkan dengan sama sama memberikan layanan kepada segenap pasien yang ada, lebih-lebih kepada para kaum ibu yang membutuhkan pertolongan dalam persalinan,” jelasnya.
Dia menambahkan, antara kaum laki-laki dan perempuan mempunyai kesamaan dalam kesempatan dan memberikan layanan kesehatan, namun tetap dalam koridor kodrat masing-masing.
“Kita selalu berpegang teguh pada komitmen masing-masing dalam menjalankan tugas melayani masyarakat sesuai dengan tagline Bismillah Melayani,” imbuhnya.
“Perempuan harus kuat, harus terus mau belajar, serta mampu bertarung untuk menghadapi kehidupan. Karena dari Ibu yang kuat dan hebatlah akan lahir anak yang hebat sebagai penerus bangsa. Sehingga dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya













