Pamekasan | Sigap88 – Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se Madura (P4TM), menggelar Deklarasi dengan para petani dan pedagang seluruh Madura, terselenggara di Trasak Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Sabtu, (06/08).

Pelaksanaan Deklarasi dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua BPK RI Achsanul Qosasi, para Alim Ulamak, tokoh masyarakat Forpimka Pamekasan dan para pengusaha rokok dan tembakau, para petani tembakau, dan segenap undangan

Gubernur Jawa Timur Khofifah menyebutkan bahwa produk rokok ada dua yaitu SKM (Sigaret Kretek Mesin) dan SKT (Sigaret Kretek Tangan). “Apabila SKT lancar maka kelangsungan tenaga kerja akan meningkat,” kata Gubernur Khofifah

Baca Juga  Lapas Pamekasan Tegaskan Komitmen Bersih Halinar Lewat Apel dan Ikrar Pemasyarakatan

“Masa kepemerintah Presiden Jokowi Impor tembakau masuk ke Indonesia, Bea masuknya O,” ucapnya.

Dirinya menegaskan, dalam setiap rapat Kabinet dan rapat terbatas menyampaikan, kalau impor tembakau bea masuknya 0, maka yang akan terpuruk adalah para petani tembakau di Indonesia.

“Sekitar 49 persen produksi tembakau di Indonesia dari Jawa Timur dan SE Indonesia sekitar 35 persen tembakau di Indonesia dari Madura,” jelasnya.

Maka, kami mengapresiasi adanya deklarasi P4TM, dengan bersama sama sama menata regulasi supaya petani untung dan sejahtera.”Kita bersama sama berikhtiar mencari format terbaik agar tembakau Madura yang mempunyai nilai baik dapat ditingkatkan,” tuturnya.

Baca Juga  Yankes Bergerak Jatim di Pulau Raas, Tenaga Kesehatan Tradisional Layani Puluhan Pasien

“Saya berharap kepada Presiden agar rokok SKT cukainya tidak dinaikkan, karena SKT dapat menyedot tenaga kerja sangat banyak,” harapnya

H. Khairul Umam sebagai ketua P4TM menyampaikan, dengan deklarasi bersama ini mampu membangkitkan para petani dalam mengembangkan usahanya dan ada ketransparanan antara pihak petani dan pedagang.

Dalam artian para pedagang tidak semena mena dalam mengambil sampel tembakau dari petani. “Kebanyakan para pedagang setiap ambil sampel tembakau milik petani sampai lebih dari 4 kg setiap transaksi di gudang, ini sangat merugikan pihak petani,” ucap H. Her sapaan akrab ketua P4TM.

Baca Juga  Kadisdik Sumenep Tegaskan Telah Serahkan Data Siswa Penerima MBG ke Koordinator

Diapun menegaskan, untuk pengambilan sampel harus dibawah 1 kg. “Kami akan berkordinasi dengan pihak Pemerintah, untuk menekan para gudang tidak mengambil sampel di atas 1 kg,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE