Sumenep | Sigap88 – Setelah pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng, kini Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH. MH melakukan monitoring ke pasar induk (pasar Anom) Kabupaten Sumenep Madura Jawa timur untuk mengetahui langsung harga minyak goreng. Kamis (20/01).

Bupati Sumenep yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumenep, Ainur Rasyid, Kabag Perekonomian Ach Laili, UPT Pasar Khairul mengunjungi salah satu grosir di pasar Anom Sumenep.

“Kami turun langsung ke pasar induk (Anom) Kabupaten Sumenep ini untuk mengetahui langsung barang pokok yang mengalami kenaikan terutama minyak goreng,” kata Bupati Fauzi.

Baca Juga  Jaga Kondusifitas Wilayah, Polres Sumenep Gelar Apel dan Patroli Skala Besar

Menurutnya, saat ini masih dalam standarisasi dan UPT Pasar telah melakukan komunikasi dengan distributor mengenai harga. “Kami telah melakukan kordinasi dengan pihak distributor dan jawabannya masih mau kordinasi dengan pihak pabrikan,” jelasnya

“Saat ini di toko modern sudah menyesuaikan harga sesuai dengan intruksi menteri, namun di pasar tradisional masih belum dan kita akan cari solusinya,” terang Fauzi.

Kepala Diskoperindag Sumenep Aunur Rasyid menyampaikan, untuk grosir di pasar tradisional harga masih tinggi dikarenakan harga yang di beli oleh grosir masih harga kulakan tinggi.

Baca Juga  Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan: Kupas 3 Prinsip Utama Kewartawanan hingga Bedah Berita Mengandung Unsur Fitnah dan Ghibah

“Untuk mengembalikan kepada harga semula sesuai dengan keputusan Menteri maka di mungkinkan barang yang sudah di beli oleh grosir harus di retur,” jelasnya.

Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Menteri bahwa untuk menstabilkan harga diperlukan waktu 1 Minggu. “Sampai saat ini yang kita jumpai di salah satu grosir di pasar Anom harga minyak goreng merk Bimoli sudah stabil di harga Rp 14.000/liter sedangkan Sanco masih di harga Rp 20.000/liter.

Sementara itu pemilik toko grosir di pasar Anom mengatakan, saat ini kami masih menjual harga sesuai dengan harga kulakan saya ke distributor.

Baca Juga  Bupati Sumenep Resmi Lantik Tim Ahli Cagar Budaya, Ini Pesan Achmad Fauzi Wongsojudo

Karena, kalau saya menurunkan harga otomatis saya akan rugi besar. “Mau tidak mau saya tetap mempertahankan harga sesuai dengan harga kulakan saya ke distributor,” ucapnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE