
SURABAYA | SIGAP88 – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Dari Terminal Jamrud, kapal Dharma Rucitra 8 milik PT Dharma Lautan Utama disiapkan membawa bantuan kemanusiaan menuju wilayah terdampak bencana.
Pengiriman bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Bambang Haryo Soekartono (BHS), Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP), Dharma Lautan Utama (DLU) bersama sejumlah mitra untuk membantu masyarakat yang masih membutuhkan dukungan pascabencana.
Sebanyak 12 truk logistik disiapkan mengangkut berbagai kebutuhan warga. Bantuan tersebut antara lain berupa susu, obat-obatan, kebutuhan ibu dan anak, selimut, genset serta sejumlah perlengkapan lainnya.
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan, pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Saya ikut prihatin dan berduka mendalam atas kejadian ini. Karena itu saya mengajak Dharma Lautan Utama maupun GAPASDAP untuk bersama-sama mengirimkan bantuan ke wilayah yang membutuhkan,” ujar BHS di Terminal Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (21/8/2026).
BHS yang juga merupakan penasihat Dharma Lautan Utama dan GAPASDAP mengatakan, bantuan diarahkan ke wilayah yang dinilai masih membutuhkan dukungan lebih besar, termasuk kawasan Nagekeo dan sekitar Ende.
Menurutnya, pendistribusian bantuan tidak hanya berorientasi pada posko penanganan bencana. Koordinasi juga dilakukan dengan masyarakat di lapangan agar jenis bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Tidak hanya posko, tapi juga masyarakat yang ada di sana. Kita berkoordinasi langsung sehingga apa yang harus kita kirim benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.
12 Truk Disiapkan, Menyesuaikan Kondisi Jalan
Setelah bantuan tiba di wilayah tujuan, distribusi melalui jalur darat juga menjadi tantangan tersendiri.
BHS menjelaskan, kondisi sejumlah ruas jalan membuat kendaraan dengan tonase besar tidak mudah digunakan. Karena itu, bantuan diangkut menggunakan truk berukuran sedang agar lebih memungkinkan menjangkau wilayah sasaran.
Sebanyak 12 truk disiapkan membawa logistik dari titik distribusi menuju masyarakat terdampak.
“Perjalanan daratnya banyak sekali masalah. Makanya yang dipakai adalah truk-truk sedang. Beratnya tidak boleh terlalu berat karena tonase jalannya tidak memungkinkan untuk kendaraan-kendaraan berat,” jelasnya.
Pertimbangan tersebut dilakukan agar proses distribusi dapat menyesuaikan kondisi infrastruktur di lapangan dan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Bukan Hanya Logistik, Trauma Warga Jadi Perhatian
BHS menilai penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh.
Selain kebutuhan dasar, kondisi psikologis masyarakat juga harus mendapat perhatian. Ia menyebut lebih dari seribu kepala keluarga terdampak mengalami trauma akibat bencana.
Karena itu, BHS mendorong agar tenaga trauma healing segera diperkuat di wilayah terdampak.
“Kita juga ingin mengirimkan tenaga trauma healing karena ini paling penting,” ujarnya.
Menurut BHS, pemerintah daerah memiliki sumber daya yang dapat dilibatkan untuk membantu pemulihan psikologis masyarakat, mulai dari unsur kepolisian, rumah sakit hingga lembaga terkait.
Ia juga berharap pemerintah pusat memberikan dukungan sehingga kebutuhan tenaga pendamping bagi masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
BHS menilai kehadiran sejumlah pejabat pemerintah pusat di wilayah bencana menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak gempa.
Anak-Anak Korban Bencana Ikut Mendapat Perhatian
Kelompok anak-anak juga menjadi perhatian dalam pengiriman bantuan tersebut.
Selain kebutuhan dasar, mainan anak ikut disiapkan agar mereka memiliki aktivitas yang dapat membantu mengurangi tekanan psikologis setelah mengalami bencana.
BHS mengatakan, mainan yang diberikan diupayakan dapat digunakan dalam waktu cukup lama sehingga anak-anak mempunyai ruang untuk bermain dan berinteraksi.
“Sehingga mereka bisa bermain dalam jangka waktu yang cukup lama, tentu mereka bisa terhibur dan akhirnya sedikit bisa mengalihkan pikiran mereka dari apa yang dialami,” katanya.
Menurutnya, pemulihan anak-anak tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan fisik. Pendampingan psikologis dan terciptanya kembali ruang bermain juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Sekolah Rusak, Tenaga Pengajar Dibutuhkan
BHS juga menyoroti terganggunya aktivitas pendidikan akibat kerusakan fasilitas sekolah.
Ia berharap proses pemulihan tidak hanya menyasar bangunan dan fasilitas fisik, tetapi juga memastikan anak-anak tetap memperoleh pendampingan pendidikan.
“Yang kita harapkan adalah juga tenaga-tenaga pengajar. Karena sekolah-sekolah mereka tentu ada yang tutup karena terjadi kerusakan,” ujarnya.
Karena itu, menurut BHS, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi transportasi, relawan dan berbagai pihak lainnya sangat diperlukan dalam proses pemulihan pascabencana.
Kolaborasi dari Tanjung Perak
Pengiriman bantuan melalui Dharma Rucitra 8 dari Terminal Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Purwanto Wahyu Widodo, Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3; Erwin H. Poedjono, Direktur Utama Dharma Lautan Utama; serta Khoiri Soetomo dari GAPASDAP.
Kolaborasi BHS, GAPASDAP, Dharma Lautan Utama dan para mitra diharapkan mampu mempercepat pergerakan bantuan dari Surabaya menuju masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak NTT.
Bantuan yang diberangkatkan bukan hanya membawa kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan masyarakat, mulai dari kebutuhan logistik, dukungan energi, perhatian terhadap anak-anak hingga pemulihan psikologis dan pendidikan.
Dari Terminal Jamrud Tanjung Perak, Dharma Rucitra 8 membawa misi kemanusiaan menuju NTT, menghubungkan bantuan dari Jawa Timur dengan masyarakat yang sedang berjuang bangkit setelah bencana.
















