JOMBANG | SIGAP88 – Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi juga lewat pendampingan langsung di tingkat desa. Di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Bhabinkamtibmas Polsek Mojowarno turun ke lahan pertanian untuk mendampingi petani sekaligus memastikan program budidaya tanaman pangan berjalan.

Pendampingan tersebut dilakukan di Dusun Wringinpitu, Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno, Kamis (13/8/2026) mulai pukul 08.30 WIB.

Bhabinkamtibmas memantau lahan jagung milik H. Sokip seluas sekitar 1,5 hektare. Di lahan tersebut ditanam jagung varietas Bisi 18 menggunakan benih bantuan Kementerian Pertanian melalui kerja sama dengan Polri.

Penanaman jagung telah dilakukan pada 30 Juli 2026 dengan kebutuhan benih sebanyak 31 kilogram. Jika pertumbuhan tanaman berjalan sesuai perkiraan, masa panen diproyeksikan pada 17 November 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Asta Cita, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara produktif.

Kapolsek Mojowarno IPTU Dhira Wira Prasasta mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian merupakan bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung masyarakat.

“Kami dari Polsek Mojowarno akan terus mendukung program ketahanan pangan yang dilaksanakan bersama masyarakat. Melalui pendampingan dan kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan, kami berharap para petani semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan secara produktif sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada proses penanaman. Perawatan dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan juga menjadi bagian penting agar produktivitas pertanian dapat terus terjaga.

Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya para petani, untuk bersama-sama menjaga lahan yang telah dimanfaatkan serta mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah masing-masing.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para petani, untuk terus menjaga produktivitas lahan dan memanfaatkan potensi pertanian yang ada. Sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga berdialog langsung dengan petani. Selain melakukan pemantauan, petugas memberikan motivasi agar masyarakat tetap konsisten mengembangkan sektor pertanian dan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk budidaya tanaman pangan.

Pendekatan semacam ini membuat peran Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran mereka juga diarahkan untuk membangun komunikasi sekaligus mendorong berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Melalui pendampingan di sektor pertanian, Polsek Mojowarno berharap sinergi antara Polri, pemerintah dan masyarakat semakin kuat. Dari lahan seluas 1,5 hektare di Wringinpitu, upaya tersebut diharapkan ikut memberi kontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus membuka ruang bagi peningkatan kesejahteraan petani.

📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN