SURABAYA | SIGAP88 – Aktivitas pariwisata internasional melalui jalur laut kembali memberikan peluang ekonomi bagi Surabaya dan Jawa Timur. Pelabuhan Tanjung Perak menerima kedatangan kapal pesiar internasional MS Viking Venus berbendera Norwegia dengan membawa 865 wisatawan mancanegara (wisman), Rabu (4/11/2026).
Kapal tersebut bersandar di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, sekitar pukul 07.30 WIB. Selain ratusan wisatawan, kapal juga membawa 462 kru.
Kedatangan kapal pesiar ini bukan sekadar aktivitas pelayanan transportasi laut. Di balik kunjungan wisatawan internasional tersebut, terbuka peluang perputaran ekonomi yang melibatkan berbagai sektor usaha, mulai dari transportasi, kuliner, jasa perjalanan wisata, hingga perdagangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebelum tiba di Surabaya, MS Viking Venus bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Selama berada di Surabaya, para wisatawan dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kota Pahlawan dan wilayah sekitarnya.
Kapal tersebut dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Benoa, Bali, pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB.
Untuk menyambut kedatangan wisatawan, Terminal Penumpang GSN menghadirkan pertunjukan kesenian Reog Ponorogo. Atraksi budaya ini sekaligus menjadi ruang promosi kekayaan seni tradisional Indonesia kepada pengunjung dari berbagai negara.
Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, Jumat, (6/11) mengatakan kunjungan kapal pesiar internasional memberikan dampak positif yang melampaui aktivitas kepelabuhanan.
Menurutnya, kehadiran wisatawan mancanegara membuka kesempatan ekonomi bagi pelaku usaha di Surabaya dan daerah sekitarnya.
“Setiap kunjungan kapal pesiar membawa peluang ekonomi bagi Surabaya dan daerah sekitarnya. Kehadiran wisatawan mancanegara dapat menggerakkan berbagai sektor, mulai dari transportasi, kuliner, jasa pariwisata hingga produk UMKM lokal. Ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta destinasi wisata Jawa Timur kepada masyarakat internasional,” ujar Ana.
Ia menjelaskan, Pelindo terus berupaya menjaga kelancaran pelayanan kapal pesiar beserta penumpangnya melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Dengan pelayanan terminal penumpang yang baik serta penyambutan yang mengangkat potensi budaya lokal, diharapkan pengalaman wisatawan selama berada di Surabaya dapat memberikan kesan positif,” kata Ana.
23 Kunjungan Kapal Pesiar Sepanjang 2026
Potensi ekonomi dari aktivitas kapal pesiar di Tanjung Perak terlihat dari agenda kunjungan sepanjang 2026.
Ana menyebutkan, selama tahun ini terdapat 23 kunjungan kapal pesiar yang dijadwalkan singgah di Pelabuhan Tanjung Perak. Berdasarkan kapasitas kapal-kapal tersebut, potensi jumlah penumpang yang dapat diangkut mencapai lebih dari 6.000 wisatawan.
Kapal-kapal tersebut datang melalui berbagai rute pelayaran di kawasan Asia dan Eropa.
Khusus November 2026, selain MS Viking Venus yang telah bersandar pada 4 November, masih terdapat dua kapal pesiar internasional yang dijadwalkan berkunjung.
Keduanya yakni Azamara Pursuit pada 18 November 2026 dan Viking Orion pada 23 November 2026.
“Melalui optimalisasi layanan terminal penumpang dan sinergi dengan para pemangku kepentingan, Pelindo berkomitmen menjadikan Pelabuhan Tanjung Perak tidak hanya sebagai simpul logistik dan transportasi laut, tetapi juga gerbang yang mendukung pertumbuhan pariwisata serta perekonomian Surabaya dan Jawa Timur,” pungkasnya.
Bagi Surabaya dan Jawa Timur, meningkatnya aktivitas kapal pesiar internasional merupakan peluang yang perlu dioptimalkan. Tantangannya bukan hanya memastikan kapal dapat bersandar dan wisatawan memperoleh pelayanan yang baik, tetapi juga bagaimana kunjungan tersebut memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal.
Keterlibatan pelaku transportasi, biro perjalanan, pengusaha kuliner, perajin, hingga UMKM menjadi bagian penting agar geliat pariwisata maritim tidak berhenti di terminal penumpang, melainkan menjangkau aktivitas ekonomi masyarakat.

















