KEDIRI | SIGAP88 — Tiga tempat ibadah berdiri berdampingan di lingkungan SMP Negeri 3 Grogol, Kabupaten Kediri. Keberadaan Mushola Al Ikhlas, Gereja Imanuel, dan Pura Widya Loka menjadi gambaran bagaimana keberagaman keyakinan dapat tumbuh berdampingan di lingkungan pendidikan.
Ketiga fasilitas tersebut diresmikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana pada Rabu (19/8/2026).
Bagi Hanindhito, keberadaan tiga tempat ibadah dalam satu lingkungan sekolah bukan sekadar penambahan fasilitas. Lebih dari itu, kondisi tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi para siswa.
Ia meminta nilai toleransi yang telah tumbuh di SMPN 3 Grogol terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Ini menjadi kado bagi Kabupaten Kediri dalam menjaga toleransi umat beragama,” kata Hanindhito.
Menurutnya, toleransi tidak cukup hanya disampaikan sebagai slogan. Nilai tersebut harus tumbuh melalui kebiasaan saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjaga kehidupan bersama.
“Toleransi antarumat beragama itu karakter yang sudah terbentuk, dan hari ini Kabupaten Kediri telah membuktikan,” ujarnya.
Dibangun Swadaya dalam Empat Bulan
Tiga tempat ibadah tersebut dibangun melalui semangat gotong royong keluarga besar SMPN 3 Grogol bersama para wali murid.
Pembangunannya berlangsung sekitar empat bulan hingga ketiganya dapat digunakan untuk menunjang kegiatan keagamaan siswa sesuai keyakinan masing-masing.
Hanindhito mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, pembangunan fasilitas ibadah secara berdampingan menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menjadi sekat dalam kehidupan sosial.
Pesan serupa, kata dia, juga terlihat di wilayah timur Kabupaten Kediri. SD Negeri Besowo 2 di Kecamatan Kepung memiliki tiga tempat ibadah yang juga berdiri berdampingan.
“Ini artinya Kabupaten Kediri dari timur sampai barat toleransi beragama sangat tinggi,” katanya.
Hanindhito berharap praktik toleransi tersebut tidak berhenti pada siswa yang saat ini menempuh pendidikan.
Nilai saling menghormati perlu terus ditanamkan sehingga menjadi karakter yang melekat dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Semoga semangat toleransi ini bisa terus diteruskan antar generasi,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjut Hanindhito, juga siap memberikan dukungan terhadap kebutuhan fasilitas pendukung lain yang masih diperlukan sekolah.
Pendidikan Tidak Hanya Mengejar Nilai
Kepala SMP Negeri 3 Grogol, Musiin, mengatakan keberadaan tiga tempat ibadah tersebut menjawab kebutuhan siswa untuk menjalankan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan fasilitas pendidikan.
Menurut Musiin, keberadaan tempat ibadah di sekolah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga dapat mendukung pembentukan karakter peserta didik.
“Fasilitas ini dapat membentuk kualitas anak didik tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara spiritual,” ujarnya.
Ia menilai pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik. Pembentukan karakter dan aspek spiritual juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.
Untuk meningkatkan kenyamanan, halaman di sekitar tiga tempat ibadah tersebut nantinya akan dilengkapi paving sehingga dapat menunjang aktivitas siswa maupun warga sekolah.
Bagi Hanindhito, apa yang lahir dari SMPN 3 Grogol pada akhirnya bukan hanya pembangunan tiga tempat ibadah.
Di lingkungan sekolah itu, para siswa juga sedang belajar sesuatu yang jauh lebih penting: bahwa perbedaan keyakinan tidak harus melahirkan jarak, tetapi dapat menjadi ruang untuk membangun sikap saling menghormati dan hidup berdampingan.
















