
PAMEKASAN | SIGAP88 – Komitmen menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat tapak terus diperkuat oleh jajaran TNI Angkatan Darat di wilayah Madura.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui pendampingan intensif kepada para petani lokal, mulai dari masa tanam hingga memasuki musim panen.
Seperti yang dilakukan oleh personel Koramil) 0826-05/Larangan, Serda M. Sayyadi. Babinsa ini turun langsung membaur bersama warga untuk memanen komoditas jagung di Dusun Koberung, Desa Grujugan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Kehadiran personel militer di tengah ladang palawija ini menjadi stimulus penting bagi para petani, terutama di tengah tantangan iklim dan fluktuasi produktivitas lahan.
“Pendampingan secara konsisten merupakan bagian dari tugas teritorial kami. Dengan interaksi langsung, kami berupaya memastikan kendala di lapangan dapat diminimalkan agar hasil produksi pertanian warga tetap optimal,” ujar Serda M. Sayyadi, Jumat (12/6/2026).
Penyangga Pangan Daerah
Sayyadi menjelaskan, sektor pertanian khususnya komoditas jagung memiliki peran yang sangat krusial sebagai pilar penyangga pangan, baik di skala daerah maupun nasional.
Oleh sebab itu, fungsi pengawalan oleh Babinsa diarahkan untuk menjaga moral kerja petani yang menjadi ujung tombak ketersediaan pangan di tingkat desa.
Melalui kerja sama yang erat, efisiensi waktu saat panen dapat ditingkatkan sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi keluarga petani.
Aktivitas taktis ini mendapat respons positif dari komunitas petani setempat. Pemilik lahan jagung, Jamal, mengaku bahwa kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menyuntikkan semangat baru bagi warga desa saat bekerja.
“Sinergi yang berjalan selama ini sangat membantu kami. Kami berharap kolaborasi dan perhatian dari TNI ini terus berlanjut karena sangat efektif mendorong produktivitas serta menjaga konsistensi warga di Desa Grujugan untuk tetap bertani,” tutur Jamal.














