SUMENEP | SIGAP88 – Penyelenggaraan Karapan Sapi Bupati Cup 2026 yang rencananya digelar di Pulau Sapudi diproyeksikan mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Faruk Hanafi, yang disampaikan melalui Kepala Bidang Pariwisata Andre Zulkarnain, Senin (8/6).

Ia memastikan ajang budaya ikonik Madura itu akan memberikan dampak nyata, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami pastikan, pelaksanaan Karapan Sapi Bupati Cup di Pulau Sapudi nanti akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui penggerakan UMKM,” ujar Andre.

Lebih dari itu, ia menambahkan, event ini juga diharapkan mampu membuka akses kunjungan wisatawan yang lebih luas.

Baca Juga  Setengah Tahun, Dugaan Korupsi KPU Sumenep Belum Ada Titik Terang

Tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Bali diharapkan dapat melanjutkan perjalanannya ke pulau tersebut.

“Wisatawan bisa datang lewat Bali, lalu menuju Pelabuhan Jangkar, kemudian langsung ke Pelabuhan Sapudi untuk menyaksikan perlombaan sekaligus berwisata,” jelasnya.

Dampak positif tersebut, sambung Andre, akan langsung dirasakan oleh warga di dua kecamatan di Pulau Sapudi, yakni Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong.

Sementara itu, Camat Nonggunong, Roby Firmansyah menyambut baik rencana penyelenggaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 mendatang.

Baca Juga  Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Jatim Tanam Pohon dan Dorong Pengelolaan Sampah Modern

Baginya, keputusan menggelar ajang tersebut di sana menunjukkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap asal-usul tradisi karapan sapi.

“Ini membuktikan Pemkab Sumenep betul-betul peduli. Sebab, Pulau Sapudi dikenal sebagai tempat lahirnya cikal bakal sapi karapan,” tegas Roby.

Ia juga menyebutkan, wilayahnya telah diakui secara resmi oleh Kementerian Pertanian RI sebagai daerah dengan kepadatan populasi sapi tertinggi sekaligus sentra penghasil bibit sapi karapan unggulan di Madura.

Kondisi itu membuat masyarakat setempat menyambut antusias rencana tersebut.

Menurut Roby, peningkatan ekonomi tidak hanya datang dari ajang perlombaan, tetapi juga didukung potensi wisata yang dimiliki pulau itu.

Baca Juga  Puskesmas Kangayan Tekan Penurunan Kasus TBC

“Selain karapan sapinya, Sapudi juga punya banyak tempat wisata alam dan religi yang menarik. Tentu saja ini akan membuka peluang usaha baru bagi warga,” tambahnya.

Ia berharap, perhelatan tersebut nantinya tidak hanya sukses sebagai acara budaya, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi, pelestarian budaya, dan kemajuan sektor pariwisata di Pulau Sapudi

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE