
SUMENEP | SIGAP88 – Anggota komisi IV DPRD Sumenep minta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) penambahan fasilitas bank darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abuya Kangean.
Pasalnya, RSUD Abuya Kangean sampai hari ini belum mempunyai bank darah, sehingga apabila ada pasien yang sangat membutuhkan darah karena Hbnya rendah harus di rujuk ke RSUD di daratan Sumenep.
“Bank darah sangat penting sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan, apalagi rujukan membutuhkan transportasi kapal laut yang memakan waktu sangat lama,” kata Syamsul Bahri. Kamis (07/05/2026).
Maka dari itu, OPD terkait seperti Dinas Kesehatan atau pemerintah harus peka dengan kondisi ini. dengan memfasilitasi keberadaan Bank darah.
Menurut dia, keterbatasan fasilitas tersebut berpotensi menghambat optimalisasi pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan ketersediaan darah secara cepat dan aman.
“Kondisi geografis kepulauan yang jauh dari pusat layanan kesehatan sering menyebabkan keterlambatan penanganan pasien yang membutuhkan transfusi darah darurat“ ungkapnya
Karena itu, ketersediaan bank darah menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pelengkap fasilitas rumah sakit.
Bahri, menyebut manfaat keberadaan bank darah di rumah sakit kepulauan adalah mempercepat penanganan pasien Gawat Darurat seperti, Pasien kecelakaan, ibu melahirkan dengan perdarahan, penderita anemia berat, maupun pasien operasi.
“Tanpa stok darah, keselamatan pasien sangat terancam karena harus dirujuk ke Rumah Sakit daratan yang membutuhkan waktu lama,” jelasnya.
Selain itu, mengurangi risiko kematian,
banyak kasus di wilayah kepulauan mengalami keterlambatan pertolongan akibat sulitnya akses transportasi laut dan cuaca.
“Dengan adanya Bank darah dapat menjadi solusi penyelamatan nyawa pasien,” tegasnya
Selain itu, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit, mendukung program kesehatan pemerintah dan mengurangi beban biaya dan waktu rujukan.
“Kehadiran bank darah sejalan dengan upaya pemerataan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat daerah terpencil dan kepulauan sebagaimana amanat pelayanan kesehatan yang berkeadilan,” terangnya
Sementara itu, Direktur RSUD Abuya dr. Hidayaturrahman mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan bank darah ke Dinas Kesehatan P2KB Sumenep.
“Kami telah mengajukan permohonan bank darah kepada Dinkes P2KB Sumenep tapi, belum di kabulkan, mungkin karena pendanaan,” kata pria yang akrab disapa dr. Dayat.
Semoga dengan permohonan dan dukungan semua pihak, permohonan kami cepat di kabulkan. “Kami semua sangat berharap adanya bank darah agar pasien yang harus transfusi darah cepat tertangani tidak harus dirujuk,” harapnya.













