
SUMENEP | SIGAP88 – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep melakukan langkah taktis dengan menjual minyakita di beberapa pasar tradisional.
Hal tersebut dilakukan guna menghindari kelangkaan dan harga yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep Moh. Ramli melalui Kabid perdagangan Idham Halil menyampaikan, TIPD Sumenep berkolaborasi dengan Bulog melakukan penjualan minyakita di pasar tradisional.
“Seperti, pasar di kecamatan Gapura, Pasar di desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi dan pasar di Kecamatan Bluto“ ujarnya, Rabu(6/5)
Sebelumya TPID Sumenep melakukan penjualan minyakita di pasar Anom Baru Sumenep.
“Untuk menjangkau penjualan lebih luas maka TPID melakukan penjualan di beberapa pasar tradisional,” jelas Idam Halil
Kata Idam, penjualan minyakita dilakukan guna mencegah kelangkaan minyak goreng, “apalagi menjelang lebaran idul adha,” ucap Idam.
Dari penjualan di beberapa pasar tradisional, masyarakat sangat antusias, bahkan permintaan masyarakat sangat tinggi.
“Dari pantauan kami, masyarakat sangat antusias, sampai sampai barang ludes terjual dalam waktu cepat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala bagian (Kabag) perekonomian dan SDA Sumenep Dadang Dedy Iskandar, menyampaikan, melalui warung TIPD memberikan dampak positif dalam menekan laju inflasi dan kelangkaan minyak goreng serta menghindari penjualan di atas HET.
“Langkah ini dilakukan untuk menghindari dari kelangkaan minyak goreng, menjaga stabilitas harga agar tidak menjual diatas HET serta upaya mencegah inflasi,” tuturnya.














