SUMENEP | Sigap88 – Sebanyak 30 Puskesmas di Kabupaten Sumenep mengikuti Workshop Viral Load HIV-AIDS yang digelar Dinkes P2KB Sumenep Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Dalam gelaran workshop pengambilan dan pengiriman sampel atau viral load dan eid untuk penderita HIV-AIDS ini berlangsung selama 2 hari, yakni hari Selasa 4 hingga Rabu 5 Februari 2025

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep drg Ellya Fardasah, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) H.Syamsuri menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 30 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sumenep

“Meliputi dokter, laboratorium dan penanggung jawab program, serta diikuti oleh RSUD dr H. Moh. Anwar, RSI Garam Kalianget, RS Sumekar dan klinik Esto Ebu” tuturnya.

Baca Juga  Memprihatinkan, Atap Gedung SDN Sepanjang V di Kepulauan Sapeken Nyaris Roboh

Syamsuri menambahkan, bahwa giat ini untuk menambah ilmu baru bagi dokter dan petugas laboratorium dan penanggung jawab program HIV/AIDS

“Workshop ini untuk memberikan wawasan lebih luas kepada petugas kesehatan mengenai tata cara pengambilan dan pengiriman sampel atau viral load dan eid untuk penderita HIV/AIDS ke Labkesmas Surabaya,” ungkap, Syamsuri, Kamis (06/02).

Selain itu, agar para petugas yang berhubungan langsung dengan penderita bisa menjaga keselamatannya (Safety) agar sampel tersebut tidak mengenai kepada petugas.

Syamsuri menjelaskan bahwa pihaknya menghadirkan Narasumber dari Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga  Tingkatkan Layanan, Puskesmas Pagerungan Besar Butuhkan Alkes Fisioterapi

“Kami menyimpulkan, apa yang disampaikan oleh Narasumber, bagaimana cara mengambil sampel yang aman bagi petugas, serta cara mengemas sampel tersebut yang akan di kirim ke Surabaya,” ujarnya

“Narasumber menitikberatkan kepada 3 zero, dengan harapan tahun 2030 semua penderita HIV-AIDS zero new pasien artinya tidak ada pasien baru lagi,” jelasnya.

Bahkan, nantinya para penderita HIV-AIDS tidak lagi mendapat diskriminatif oleh masyarakat, sehingga penderita dapat hidup bebas di masyarakat.

“Saat ini diketahui jumlah penderita HIV-AIDS di Kabupaten Sumenep ada 87 orang di tahun 2024,” terangnya.

Hal itu sambung Syamsuri, karena faktor pergaulan bebas, sebab salah satu penularan HIV-AIDS dengan pergaulan bebas, dan darah yang menetes dari penderita ke orang lain.

Baca Juga  Pastikan Kualitas Data, BPS Pamekasan Latih Ribuan Petugas Sensus Ekonomi 2026

“HIV-AIDS dapat kita obati, secara rutin namun, kalau AIDS sulit untuk diobati apabila sindromnya menurun timbul gejala diare berkepanjangan, batuk berkepanjangan, demam berkepanjangan, kurang nafsu makan,” terangnya.

“Kami melakukan koordinasi lintas program melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan tatanan pendidikan tingkat SMP dan SMA tentang bahaya HIV-AIDS,” tegasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE