
PAMEKASAN | SIGAP88 – Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan mulai memeriksa sejumlah saksi terkait polemik yang terjadi di lingkungan Yayasan SMK Kesehatan Nusantara. Pemeriksaan dilakukan menyusul penyegelan sekolah yang berdampak pada terganggunya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan memaksa siswa mengikuti pembelajaran secara daring.
Langkah kepolisian tersebut dinilai penting untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa yang memicu polemik di lingkungan yayasan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif agar aktivitas pendidikan tidak semakin terdampak.
Pemeriksaan berlangsung di ruang Kanit 4 Polres Pamekasan pada Senin (15/6). Sejumlah pihak yang mengetahui peristiwa tersebut dimintai keterangan guna melengkapi informasi yang dibutuhkan penyidik.
Salah satu saksi yang hadir, Abdurrosi selaku Humas SMK Kesehatan Nusantara, mengatakan dirinya didampingi perwakilan bidang Kesiswaan untuk memberikan penjelasan terkait penyegelan sekolah yang menjadi polemik dalam beberapa waktu terakhir.
“Selama dua jam setengah, tepatnya mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB, kami menjelaskan secara rinci urutan kejadian penyegelan SMK Kesehatan Nusantara kepada penyidik,” ujarnya.
Menurut Abdurrosi, penyidik mengajukan sekitar sepuluh pertanyaan yang berkaitan dengan kronologi kejadian, kondisi sekolah, serta dampak yang ditimbulkan pasca penyegelan.
“Semua pertanyaan yang diajukan telah kami jawab sesuai dengan fakta dan apa yang kami ketahui,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini kegiatan pembelajaran belum dapat berjalan normal karena para siswa masih mengikuti pelajaran secara daring. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah maupun peserta didik.
“Hingga saat ini kegiatan pembelajaran masih dilaksanakan secara daring. Kami berharap polemik ini segera selesai sehingga para siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di lingkungan sekolah,” tuturnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah berharap seluruh pihak yang terlibat dapat mengedepankan kepentingan pendidikan dan masa depan siswa dalam menyelesaikan persoalan yang sedang berlangsung. Pasalnya, semakin lama konflik berlangsung, semakin besar pula dampak yang dirasakan peserta didik, baik dari sisi akademik maupun aktivitas belajar sehari-hari.
Pihak sekolah juga berharap proses penanganan yang dilakukan aparat penegak hukum dapat memberikan kejelasan sehingga polemik yang terjadi tidak berlarut-larut dan suasana belajar di lingkungan sekolah dapat kembali kondusif.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak penyidik maupun Humas Polres Pamekasan belum memberikan keterangan resmi terkait pemeriksaan sejumlah saksi tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp masih belum mendapat respons.














