SUMENEP | SIGAP88 – Dengan berdirinya perusahaan-perusahaan rokok di Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat. Bahkan mendongkrak perekonomian masyarakat

Selain berdampak terhadap stabilisasi harga tembakau, juga terbukanya lapangan pekerjaan. Karena pabrik rokok lokal mengutamakan pasokan bahan baku dari petani di wilayah tersebut dan merekrut karyawan dari warga sekitar

Dengan hal itu, dukungan pemerintah Kabupaten Sumenep, sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satu petani dari Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Ganding, Taufik mengakui kehadiran perusahaan rokok lokal sangat berdampak dan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat dan petani tembakau.

“Dengan beroperasinya rokok lokal dan milik pribumi berdampak positif, dengan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkapnya, Selasa. (18/02)

Berdirinya perusahaan rokok lokal dapat membeli tembakau lokal dengan harga yang lumayan tinggi, sehingga dapat meningkatkan ekonomi para petani.

Baca Juga  Gubernur Jatim Tinjau Peternakan Sapi Baru di Nganjuk

“Sejak keberadaan perusahan rokok lokal dapat merubah harga tembakau, harga tembakan saat ini hampir tembus Rp 100 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, tiga tahun terakhir ini, dirinya selalu mendapatkan hasil lebih dari penjualan tembakau, dan semua hasil panennya ia jual ke pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Sumenep.

“Tiga tahun ini kami selalu panen tembakau dengan kapasitas harga yang cukup tinggi. Itu Setelah berdirinya perusahaan rokok lokal,” terangnya.

Lutfan, salah satu karyawan perusahaan rokok lokal di Kabupaten Sumenep merasa terbantu dengan adanya perusahaan rokok lokal yang bisa mempekerjakan dirinya.

Dia mengatakan, sejak ada perusahaan rokok lokal yang bisa mempekerjakan dirinya membuat kehidupan keluarganya jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Alhamdulillah, dengan adanya pabrik rokok lokal dapat merubah ekonomi kami semakin baik,” tuturnya.

Baca Juga  Dandim 0826 Pamekasan Dampingi Danrem 084 Bhaskara Jaya Cek Progres Pembangunan Jembatan Beton

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, efek positif keberadaan perusahaan rokok lokal sangat dirasakan petani.

“Saat ini, petani semakin bersemangat menanam tembakau karena permintaan dari industri rokok lokal cukup tinggi. Hal ini berdampak positif terhadap kesejahteraan mereka,” katanya.

Data DKPP Sumenep luas lahan tembakau yang ditanam petani pada tahun 2024 mencapai hampir 16 ribu hektare, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 14 ribu hektare.

Seiring dengan meningkatnya produksi tembakau, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menetapkan kenaikan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) untuk tahun 2024 melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 188/252/Kep/435.013/2024.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Kadisperindag) Sumenep, Moh. Ramli menambahkan bahwa harga baru tersebut lebih menguntungkan bagi petani dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga  Peringatan Hardiknas 2026 di Jombang: Komitmen Wujudkan Pendidikan Bermutu dan Layanan Inklusif Untuk Semua

Ramli menjelaskan, harga tembakau Gunung pada tahun 2024 Rp66.983 per kilogram, naik 17,14% dari Rp55.500 di tahun 2023.

Sementara tembakau Tegal Rp61.604 per kilogram, naik 23,71% dari Rp47.000 di tahun 2023.

Dan tembakau Sawah Rp46.142 per kilogram, naik 13,31% dari Rp40.000 di tahun 2023.

“Kenaikan harga ini memberikan kepastian kepada petani dalam menjual hasil panennya. Dengan harga yang lebih baik, mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih layak,” harap dia.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE