SUMENEP | SIGAP88 — Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep memasuki tahap pematangan lokasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kini menyiapkan lahan alternatif setelah lokasi yang sebelumnya dipersiapkan dinilai belum memenuhi aspek aksesibilitas yang diharapkan pemerintah pusat.
Perubahan lokasi tersebut bukan sekadar persoalan pemindahan lahan. Pemkab Sumenep harus memastikan sekolah yang nantinya diperuntukkan bagi masyarakat membutuhkan itu berada di lokasi yang mudah dijangkau dan didukung akses jalan yang memadai.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, evaluasi dilakukan setelah pemerintah pusat memberikan arahan agar lokasi Sekolah Rakyat memiliki akses yang lebih dekat dengan jalan raya.
“Akses lahan yang pertama itu terlalu jauh, maka kita diminta pindah. Karena itu kami menyiapkan lokasi yang dekat dengan jalan raya agar akses Sekolah Rakyat lebih mudah,” kata Achmad Fauzi, Jumat (14/8/2026).
Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti Pemkab Sumenep dengan mencari alternatif lahan yang dinilai lebih strategis. Pemerintah daerah tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan, tetapi juga kemudahan akses sebagai bagian dari kesiapan pembangunan.
Menurut Achmad Fauzi, terdapat lahan yang lokasinya relatif dekat dengan jalan raya dan berpotensi digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Kebetulan ada lahan yang tidak terlalu jauh dari jalan raya, bisa dibangun untuk Sekolah Rakyat. Lokasi itu menjadi alternatif yang kami nilai sesuai dengan kebutuhan pendidikan masyarakat,” ungkapnya.
Pemkab Sumenep saat ini masih melakukan penyesuaian terhadap lokasi tersebut agar sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan program. Akses menjadi salah satu aspek penting karena Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar dapat dijangkau oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.
“Kita sedang menyesuaikan lokasi dengan permintaan pemerintah pusat. Lahan yang baru harus memiliki akses yang lebih dekat agar keberadaan Sekolah Rakyat mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Bupati menegaskan, penentuan lokasi yang tepat menjadi bagian penting sebelum pembangunan direalisasikan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai arahan pemerintah pusat sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kita menyesuaikan lokasi agar Sekolah Rakyat mudah diakses dan sesuai dengan permintaan pemerintah pusat. Dengan begitu, program pendidikan ini dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat Sumenep secara nyata,” jelasnya.
Diharapkan Jadi Jalan Keluar
Sekolah Rakyat sendiri diharapkan dapat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, kesiapan lokasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan besar program tersebut.
Bagi Pemkab Sumenep, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan tidak berhenti pada pembangunan gedung dan fasilitas pendidikan. Lebih dari itu, sekolah tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan akses pendidikan di daerah.
“Harapannya, Sekolah Rakyat bisa menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan tingkat pendidikan di Indonesia, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sumenep,” pungkas Achmad Fauzi.
Dengan disiapkannya lokasi alternatif, Pemkab Sumenep kini berupaya memastikan rencana pembangunan Sekolah Rakyat memiliki fondasi yang tepat sejak tahap awal. Akses yang lebih mudah diharapkan menjadi salah satu kunci agar program tersebut nantinya benar-benar hadir dekat dengan masyarakat yang membutuhkan.














