
Surabaya | SIGAP88 – Tindakan tegas dan terukur kembali ditunjukkan jajaran Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, yang pada Senin pagi (5/5) menembak mati seorang residivis spesialis pencurian kendaraan roda dua dan roda empat.
Pelaku diketahui berinisial A (30), warga Sapulante, Pasrepan, Pasuruan.
“Satu dari dua pelaku berhasil kita tangkap namun salah satunya pelaku terpaksa kita tembak mati karena mencoba melempar bondet (bom ikan) kearah personel Jatanras,” ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Abaridi Jumhur saat memberikan keterangan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Senin (5/5/2025)
Penindakan ini, kata Jumhur berlangsung cepat dan dramatis setelah tim Jatanras mendapat laporan dari warga mengenai dugaan aksi pencurian pickup yang akan terjadi di wilayah Purwosari, Pasuruan.
Aparat langsung menuju lokasi pada dini hari dan mendapati pelaku tengah melakukan aksi pencurian di sebuah rumah yang menjadi target mereka
Sesaat setelah kepergok, pelaku bersama rekan-rekannya berusaha melarikan diri. Satu pelaku berhasil ditangkap di tempat. Namun, pelaku A justru memilih perlawanan brutal.
“Kemudian satu orang pelaku melempar bondet ke anggota,” ujar Jumhur
Melihat tindakan pelaku yang membahayakan nyawa petugas, polisi terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur. Pelaku akhirnya ditembak mati di area persawahan tak jauh dari lokasi kejadian.
Aksi pencurian mobil jenis pickup terditeksi dilakukan 4 pelaku di wilayah Paserpan, Pasuruan.
Komplotan pencuri mobil pickup ini lama diincar dan dibuntuti Jatanras Polda Jatim.
Selama pengejaran pelaku berkali kali melempari petugas dengan bondet.
“Empat pelaku termonitor mencuri, salah satu pelaku nekat melempar bondet sehingga kami fokus melumpuhkan pelaku itu dan temannya yang satu. Sedangkan 2 dari 4 pelaku berhasil kabur. Kelanjutan akan tetap kami kejar,” tegas Jumhur.
Langkah tegas Polda Jatim ini menuai apresiasi dari masyarakat, terlebih mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh pelaku bersenjata bondet.
Polisi menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas, dan segala bentuk ancaman kriminalitas akan dihadapi tanpa kompromi.
“Kami tidak akan membiarkan jalanan dikuasai oleh teror para penjahat kambuhan. Setiap bentuk perlawanan terhadap petugas, apalagi dengan senjata mematikan, akan kami respons secara profesional dan terukur,” tegasnya.
Dari data yang diketahui bahwa kelompok curanmor spesialis pickup merupakan pelaku residivis Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan dan probolinggo















