
SUMENEP | SIGAP88 – Kasus penyakit Campak di Kabupaten Sumenep termasuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) yang mencapai lebih dari 2000 penderita sehingga perwakilan dari World Health Organization (WHO) memberikan sosialisasi tentang bahaya penyakit Campak dan cara penanggulangannya.
Sosialisasi yang terselenggara di ruang pertemuan puskesmas Rubaru di hadiri oleh Kepala Puskesmas Rubaru dr Dony Perwakilan dari WHO, kepala sekolah SD, MI se Kecamatan Rubaru, Kepala desa se Kecamatan Rubaru, tokoh masyarakat.
Kepala Puskesmas Rubaru dr Dony menyampaikan, sosialisasi ini dalam rangka memberikan masukan tentang vaksinasi, penanggulangan penyakit Campak Rubella
“Kami berharap kepada semua pihak agar penyakit campak bisa teratasi dengan baik, melalui vaksinasi,” kata dr Dony, Senin(15/9)
Sementara itu perwakilan dari WHO, dr Fatur mengatakan, penyakit campak dikarenakan virus dan penyebarannya sangat cepat terutama kepada anak yang imunnya tidak stabil.
Sehingga diperlukan penanggulangan cepat melalui ORI, dan melalui hal itu dapat mempercepat penanggulangan penyakit campak.
Sesuai dari survei di Kabupaten Sumenep suspek yang dialami oleh anak dari umur 0 sampai 4 tahun.
“Melalui vaksinasi lengkap akan membentuk kekebalan tubuh terhadap anak anak, jadi orang tua harus melakukan imunisasi kepada anaknya,” tegasnya.
Bahkan, dr Fatur mengajak kepada masyarakat untuk aktif menggalakkan pelaksanaan vaksinasi ORi. Karena melalui vaksinasi akan cepat menanggulangi penyakit Campa
“Kami berharap semua pihak dapat berperan aktif dalam menanggulangi penyakit campak, karena ini merupakan tanggung jawab semua,” pungkasnya












