Surabaya | SIGAP88 – Rencana pendiri Microsoft, Bill Gates, menjadikan Indonesia sebagai lokasi uji klinis vaksin tuberkulosis (TBC) yakni vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG), mendapat dukungan positif dari anggota Komisi E DPRD Jatim dr Benjamin Kristianto MARS. Apalagi ini juga sudah di setujui Presiden Prabowo Subianto.

Seperti diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto, menerima kunjungan Bill Gates di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025 lalu, terungkap bahwa vaksin TBC yang dikembangkan Gates akan diuji coba di Indonesia.

Menurutnya, TBC masih menjadi salah satu penyakit mematikan di Indonesia.

“Kita tahu angka kematian TBC cukup tinggi, kalau tidak salah antara 5 sampai 6 per hari, itu orang bisa meninggal, akibat TBC,” ujar dr Benjamin, Kamis (15/5/2025).

Politisi asal fraksi Partai Gerindra ini juga mendukung program pemeriksaan kesehatan rutin seperti Medical Check Up (MCU) gratis yang menjadi bagian dari program Presiden Prabowo, terutama untuk mendeteksi dini gejala TBC.

Baca Juga  Tingkatkan Gizi Anak Bangsa, Legislator Sumenep Apresiasi Program MBG

“Oleh karena itu, salah satu program dari Pak Prabowo adalah MCU pada hari ulang tahun, itu tujuannya memastikan apakah paru-paru dari seluruh rakyat Indonesia itu baik atau memang ada flek-flek awal dari TBC,” jelasnya.

“Kita berharap program MCU ini di gelorakan. Sehingga deteksi dini pada masyarakat akan terus terjadi. Bila di temukan penderita TBC bisa langsung di tangani,” lanjutnya.

Terkait istilah uji coba klinis yang digunakan pemerintah pusat, Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo ini menjelaskan pentingnya memastikan berbagai aspek teknis dalam program vaksinasi.

“Vaksin itu bisa berfungsi dengan baik, satu apakah vaksinnya itu bagus atau tidak. Dua, apakah penyimpanannya itu benar atau tidak. Nomor tiga, pemberian, tekniknya benar atau tidak,” tuturnya.

Dirinya menekankan bahwa meskipun vaksin berkualitas, jika penyimpanan dan teknik pemberiannya salah, efektivitasnya tetap tidak maksimal.

“Vaksinnya itu bagus, misalnya, tapi pas disimpan di kulkas nggak bagus, ya matilah. Lalu pada saat menyuntikkannya juga salah, ya mati juga, hasilnya tidak sesuai,” tegasnya.

Baca Juga  Enam Jemaah Haji Asal Jatim Dikabarkan Wafat di Arab Saudi

Karena itu, ia menilai uji klinis penting untuk menemukan titik lemah dari pelaksanaan vaksinasi sebelumnya.

“Makanya mungkin diistilahkan itu percobaan, itu sebenarnya adalah mencoba di titik lemah mana yang menyebabkan angka kegagalan itu cukup tinggi, dari vaksin yang akan di suntikkan,” jelasya.

Mengenai biaya vaksin TBC, dr Benjamin menyatakan vaksin tersebut seharusnya diberikan secara cuma-cuma.

“Seharusnya gratis, termasuk program pencegahan dan penanggulangan dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu di sisi lain ia juga mengingatkan bahwa TBC adalah penyakit menular melalui droplet.

Oleh sebab itu, dirinya berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga etika batuk dan jujur dalam melaporkan gejala sangat penting.

“Jadi sebenarnya TBC itu menularnya droplet. Droplet itu penularannya dari lidah. Nah, jadi kalau kita bicara begini, kalau ada yang TBC, itu bisa menular, kalau kebetulan itu terlempar atau air liur, kehirup, masuk, ya kenalah,” ucap dia.

Baca Juga  Dinsos P3A Sumenep Sosialisasi dan Bentuk Satgas PPA di Desa Campor Barat

Mengenai urgensi pemberian vaksin TBC baru, ia menyarankan agar hal itu dilakukan secepat mungkin.

“Segera. Sebenarnya kan Jawa Timur sendiri sudah ada program, bahkan ada aplikasi yang digunakan untuk men-screening awal, sudah ada programnya,” katanya.

Sehingga saat ini lanjutnya, kejujuran masyarakat dalam mengisi screening awal data kesehatan sangat menentukan keberhasilan pencegahan TBC.

“Sebenarnya kan bukan di situ, bahwa TBC itu bisa diobati dan bisa dicegah. Jadi kalau orang terkena, dia berani jujur, maka dia bisa diobati, dan keluarganya yang tinggal satu rumah bisa kita cegah supaya tidak kena,”pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE