Ilustrasi jamaah Muslim sedang menunaikan salat di masjid sebagai pengingat pentingnya menjaga salat lima waktu dalam Islam.
Ilustrasi jamaah Muslim sedang menunaikan salat di masjid sebagai pengingat pentingnya menjaga salat lima waktu dalam Islam.

SURABAYA | SIGAP88 — Salat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan sangat penting dalam Islam. Selain menjadi rukun Islam kedua, salat juga menjadi pembeda antara keimanan dan kekufuran serta amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.

Namun realitas yang terjadi saat ini menunjukkan masih banyak umat Islam yang berharap mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, tetapi kurang memperhatikan salat lima waktu. Kesibukan pekerjaan, aktivitas media sosial, hingga berbagai urusan dunia sering kali membuat sebagian orang menunda bahkan meninggalkan salat.

Melalui khutbah Jumat bertajuk “Tak Salat, Tapi Ingin Surga”, jamaah diajak untuk melakukan muhasabah diri tentang pentingnya menjaga salat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan bekal utama menuju keselamatan di akhirat.

Berikut naskah khutbah Jumat selengkapnya.

Tema khutbah ini mengajak umat Islam untuk kembali menempatkan salat sebagai prioritas utama dalam kehidupan, karena salat merupakan amalan pertama yang akan dihisab di hadapan Allah SWT

Tak Salat, Tapi Ingin Surga

الحمد للهِ الَّذِي جَعَلَ الْأَيَّامَ وَاللَّيَالِيَ مَوَاسِمَ لِلتَّقَرُّبِ إِلَيْهِ، وَفَضَّلَ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي الْأَجْرِ وَالثَّوَابِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ.

أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ الْخَاطِئَةَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:

﴿ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ﴾

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya.” (QS. At-Talaq: 2)

Jamaah Jumat rahimakumullah…

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang hidup dalam hati, tercermin dalam amal perbuatan, serta menjauhkan kita dari segala bentuk kemaksiatan.

Ketakwaan bukan hanya ucapan di lisan, tetapi ketaatan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bukti terbesar ketakwaan seorang Muslim adalah menjaga salat lima waktu yang diwajibkan Allah SWT.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah…

Di zaman yang serba cepat ini, ada satu fenomena yang patut kita renungkan. Banyak orang berharap masuk surga, tetapi masih mengabaikan salat.

Mereka menginginkan kenikmatan abadi, namun lalai terhadap kewajiban yang paling utama.

Mereka berharap mendapat naungan Allah pada hari kiamat, tetapi enggan rukuk dan sujud ketika masih diberi kesempatan hidup di dunia.

Mereka ingin bertemu Allah dengan penuh harap, tetapi jarang berdiri menghadap-Nya dalam salat.

Padahal salat adalah tiang agama, pembeda antara keimanan dan kekufuran. Rasulullah ﷺ bersabda:

العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Barang siapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.”

(HR. Tirmidzi)

Jamaah Jumat rahimakumullah…

Hadis ini menunjukkan betapa agung kedudukan salat dalam Islam. Salat bukan sekadar rutinitas harian atau gerakan yang diulang lima kali sehari. Salat adalah bukti ketundukan seorang hamba kepada Rabb-nya dan tanda hidupnya iman di dalam hati.

Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang mampu menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar ponsel, tetapi merasa berat melangkah ke masjid.

Ada yang rela begadang demi hiburan dan tontonan, tetapi sulit bangun untuk menunaikan salat Subuh.

Ada yang sanggup duduk berlama-lama di tempat nongkrong, tetapi merasa berat duduk beberapa menit di saf salat.

Allah SWT mengingatkan:

﴿ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ۝ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴾

“Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu mereka yang lalai terhadap salatnya.”

(QS. Al-Ma’un: 4–5)

Jika orang yang masih salat tetapi lalai saja mendapat peringatan keras dari Allah, lalu bagaimana dengan mereka yang meninggalkan salat sama sekali?

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Sesungguhnya salat bukan beban, melainkan kebutuhan ruhani setiap manusia.

Salat adalah penyejuk hati ketika gelisah, penguat jiwa ketika lemah, dan benteng yang menjaga seseorang dari perbuatan dosa dan kemungkaran.

Allah SWT berfirman:

﴿ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ﴾

“Sesungguhnya salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

(QS. Al-Ankabut: 45)

Orang yang menjaga salat akan memperoleh penjagaan Allah dalam kehidupannya. Sebaliknya, mereka yang meremehkannya akan kehilangan salah satu sumber kekuatan terbesar dalam hidupnya.

Cinta Tanpa Bukti Adalah Pengakuan yang Hampa

Jamaah Jumat rahimakumullah…

Sering kita mendengar seseorang berkata, “Saya mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Namun, bagaimana wujud cinta itu?

Adakah cinta tanpa perjumpaan?

Adakah kasih sayang tanpa komunikasi?

Lalu bagaimana mungkin seseorang mengaku mencintai Allah, tetapi enggan berdiri menghadap-Nya dalam salat?

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

“Amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salat. Jika salatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Jika salatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya.”

(HR. Tirmidzi)

Jamaah Jumat yang berbahagia…

Orang yang meninggalkan salat tetapi berharap masuk surga ibarat petani yang tidak pernah menanam tetapi ingin memanen hasil yang melimpah.

Ibarat seorang pedagang yang tidak pernah berdagang tetapi berharap memperoleh keuntungan besar.

Harapan tanpa usaha hanyalah angan-angan.

Surga adalah tempat yang Allah sediakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh, yang menjaga salatnya dan terus berjuang memperbaiki dirinya.

Allah SWT berfirman:

﴿ وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ ۝ أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى جَنَّـٰتٍ مُّكْرَمُونَ ﴾

“Dan orang-orang yang memelihara salatnya, mereka itulah yang akan dimuliakan di dalam surga.”

(QS. Al-Ma’arij: 34–35)

Jamaah Jumat rahimakumullah…

Marilah kita melakukan muhasabah terhadap diri kita masing-masing.

Boleh jadi selama ini kita masih sering menunda salat, melalaikannya, bahkan pernah meninggalkannya. Namun selama hayat masih dikandung badan, pintu taubat Allah tetap terbuka.

Mari kita perbarui tekad untuk menjaga salat lima waktu tepat pada waktunya.

Jangan sampai suatu hari nanti penyesalan datang ketika kesempatan telah berakhir dan amal tidak lagi bisa diperbaiki.

Allah SWT berfirman:

﴿ أَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي ﴾

“Dirikanlah salat untuk mengingat-Ku.”

(QS. Thaha: 14)

Semoga Allah SWT melembutkan hati kita, menguatkan langkah kita menuju masjid, menjaga kita dalam ketaatan, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah dalam mendirikan salat hingga akhir hayat.

آمين يا رب العالمين

بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ الْأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

Jamaah Jumat rahimakumullah…

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pada khutbah pertama telah kita renungkan bersama tentang pentingnya menjaga salat. Janganlah kita menjadi hamba yang hanya berharap surga, tetapi lalai terhadap kewajiban yang menjadi jalan menuju surga itu sendiri.

Salat adalah cahaya kehidupan seorang mukmin. Salat adalah penolong saat hati gelisah, penghapus dosa, dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.

Karena itu, marilah kita menjaga salat lima waktu tepat pada waktunya, mengajak keluarga untuk mencintai salat, serta menjadikan rumah-rumah kita hidup dengan zikir dan ketaatan kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqamah dalam menjaga salat hingga akhir hayat dan mengumpulkan kita kelak bersama orang-orang saleh di dalam surga-Nya.

Mari Berdoa

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَلِوَالِدَيْنَا، وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُحَافِظِينَ عَلَى الصَّلَاةِ، وَمِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

عباد الله…

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

أَقِمِ الصَّلَاةَ.
Penutup

Demikian naskah Khutbah Jumat bertema “Tak Salat, Tapi Ingin Surga”. Salat bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan ruhani yang menjadi penopang kehidupan seorang Muslim. Semoga khutbah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menjaga salat lima waktu, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.

☕
Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN