
SURABAYA | SIGAP88 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggerakkan dukungan kemanusiaan untuk membantu penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemprov Jawa Timur mengerahkan personel pencarian dan pertolongan, tenaga kesehatan serta bantuan logistik untuk mendukung penanganan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (17/8/2026).
Khofifah menegaskan, bencana NTT merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan solidaritas lintas daerah.
“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu,” tegasnya.
Tim SAR Jawa Timur Dikerahkan
Respons awal dilakukan melalui BPBD Jatim dengan memberangkatkan tujuh personel advance pada Minggu (16/8/2026).
Enam personel merupakan bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang akan bergabung dengan Basarnas dan unsur potensi SAR dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Satu personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) ditugaskan membantu pengumpulan, pengolahan dan sinkronisasi data kebencanaan.
“Enam personel kita memiliki spesifikasi pencarian dan pertolongan. Mereka akan bergabung dan berkoordinasi dengan Basarnas serta tim SAR yang sudah berada di lapangan. Satu personel Pusdalops akan membantu memastikan data dan informasi kebencanaan dapat dihimpun secara cepat dan akurat,” kata Khofifah.
Tim advance juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat sekaligus asesmen untuk memetakan kondisi serta kebutuhan masyarakat. Perangkat komunikasi turut dibawa untuk mengantisipasi gangguan jaringan di wilayah terdampak.
Pemprov Jatim Kirim Tim Kesehatan ke NTT
Dukungan kemudian diperluas ke sektor kesehatan. Pemprov Jatim mengirim tenaga medis untuk memperkuat pelayanan darurat bagi korban dan masyarakat di pengungsian.
Salah satunya melalui RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang mengirim empat tenaga kesehatan, terdiri atas dokter spesialis orthopedi, dokter spesialis anestesi dan perawat, serta dukungan teknis.
Tim tersebut membawa obat-obatan dan peralatan medis, termasuk perlengkapan untuk tindakan anestesi dan pembedahan.
“Penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Selain pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan bagi korban dan masyarakat di pengungsian juga menjadi hal yang sangat penting,” kata Khofifah.
Logistik 8,4 Ton Dikirim dari Jawa Timur
Pemprov Jatim juga mengirim bantuan logistik tahap awal sebanyak 8,4 ton dengan nilai sekitar Rp985,8 juta.
Bantuan merupakan hasil konsolidasi BPBD Jatim bersama sejumlah perangkat daerah. Isinya antara lain 167 unit kidsware, 125 unit velbed, makanan siap saji, lauk-pauk, makanan tambahan bergizi serta berbagai jenis biskuit.
“Ini adalah bentuk gotong royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Bantuan kita konsolidasikan dari BPBD bersama berbagai PD agar kebutuhan yang paling mendesak bagi saudara-saudara kita di NTT dapat segera dikirimkan,” ujar Khofifah.
Logistik tersebut diberangkatkan dari Surabaya pada Senin (17/8/2026) pagi menuju Pelabuhan Tanjung Perak untuk selanjutnya dikirim melalui jalur laut.
Bantuan Jawa Timur Disiapkan hingga 100 Ton
Bantuan tahap awal 8,4 ton dikirim menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dari Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, menuju Pelabuhan Soekarno, Ende.
Setibanya di Ende, bantuan akan diserahkan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT untuk didistribusikan ke wilayah terdampak sesuai hasil asesmen.
Khofifah mengatakan total bantuan dari Jawa Timur diperkirakan mencapai 100 ton dan dikirim secara bertahap.
“Nantinya total bantuan dari Jawa Timur yang akan diberangkatkan diperkirakan sebanyak 100 ton. Yang diberangkat tanggal 17 Agustus 2026 sebanyak 8,4 ton, sisanya akan diberangkatkan tanggal 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo,” katanya.
Menurut Khofifah, pengiriman berikutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ditemukan tim di lapangan.
“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak bantuan yang kita kirimkan, tetapi bagaimana bantuan tersebut bisa segera sampai dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” tegasnya.
Pemprov Jatim Perkuat Koordinasi Lintas Daerah
Pemprov Jatim juga memperluas koordinasi dengan provinsi-provinsi yang tergabung dalam Mitra Praja Utama (MPU) untuk memperkuat dukungan selama masa tanggap darurat.
Khofifah mengatakan penanganan bencana membutuhkan kerja bersama karena dampaknya tidak mengenal batas administratif.
“Bencana tidak mengenal batas wilayah. Hari ini saudara kita di NTT sedang membutuhkan dukungan. Maka seluruh kemampuan yang bisa kita sinergikan harus kita maksimalkan untuk membantu proses pencarian, pertolongan, pelayanan kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi BNPB, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan dan relawan yang bekerja di lapangan.
Dukungan Jawa Timur Berlanjut
Khofifah memastikan Pemprov Jatim akan terus memantau perkembangan kondisi NTT dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi NTT.
Hasil asesmen tim di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan dukungan berikutnya agar bantuan tetap tepat sasaran.
“Tim advance kita sudah berada di lapangan untuk melakukan asesmen. Dari sana kita akan mendapatkan informasi kebutuhan apa saja yang paling mendesak. Jadi dukungan Jawa Timur akan kita sesuaikan secara bertahap,” ujarnya.
Khofifah berharap proses pencarian dan pertolongan berjalan lancar, korban mendapat penanganan yang layak, dan masyarakat terdampak segera memperoleh kebutuhan dasar.
“Kami mendoakan seluruh tim yang saat ini bekerja di lapangan diberikan kesehatan, keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” katanya.
Ia menegaskan solidaritas Jawa Timur untuk NTT tidak berhenti pada pengiriman bantuan.
“Sekali lagi, duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini,” pungkas Khofifah.
















