SUMENEP | SIGAP88 – Guna meningkatkan minat para investor di Kabupaten Sumenep, Pemerintah Kabupaten akan memberikan insentif kepada para investor yang akan menanamkan modalnya di Kabupaten Sumenep.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep, R Abd Rahman Riadi, bahwa setiap investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Sumenep akan mendapatkan insentif.

“Setiap investor dan pelaku usaha yang menanamkan modalnya di Kabupaten Sumenep akan mendapat insentif dengan kriteria tertentu,” kata Abd Rahman Riadi, Rabu (05/02).

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-02 Tlanakan Dampingi Petani Panen dan Giling Padi di Sawah

Menurutnya, kriteria pelaku usaha dan investor yang akan mendapatkan intensif, mereka yang menanamkan modalnya di Kabupaten Sumenep diatas Rp 5 miliar dan serapan tenaga kerjanya cukup banyak.

“Ini bukan hanya kapital dalam hal mesin, akan tetapi bagaimana dapat menyerap tenaga kerja maka, hal itu yang akan mendapat insentif,” ujarnya

“Insentif yang akan diberikan berupa keringanan Bea Pengolahan Hak Atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB sebesar 2 persen yang awalnya 5 persen dan akan mendapatkan kemudahan dalam perijinan,” jelasnya.

Kabupaten Sumenep juga mempunyai Sumenep Invesment Project Ready to Over (SIPRO) yang mana ada beberapa hal mengenai proyek yang ditawarkan kepada investor.

Baca Juga  Demi Pemerataan, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Minta Segera Penambahan Dapur MBG

“Melalui sarana elektronik seperti Billboard, video drone para investor dapat melihat dan mengetahui potensi yang ada seperti juga potensi wisata,” paparnya.

“Dengan begitu di tahun 2024 realisasi investasi mencapai Rp 2,7 triliun dari target RP 2,5 triliun,” tegasnya.

Semakin meningkatnya investasi sambung Abd Rahman, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Semakin banyak investasi yang masuk maka akan menyerap tenaga kerja dan akan mengurangi pengangguran,” imbuhnya.

Baca Juga  Satlantas Polres Pamekasan Tindak Aksi Balap Liar, 582 Motor Diamankan

“Sampai saat ini kegiatan usaha dari 15.000 NIB (Nomor Induk Berusaha) di dominasi oleh UMKM, dan juga masuk dari sektor migas, dan kami berharap dengan semakin banyaknya investor masuk ke Sumenep akan semakin mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE