SUMENEP | SIGAP88 – Anggaran dana pembangunan infrastruktur melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) mengacu kepada tematik ketahanan pangan.

Seperti perbandingan antara wilayah kepulauan Kangean Kecamatan Arjasa , dengan kepulauan Sapudi sangat berbeda karena, wilayah areal lahan tanah produktif lebih luas di wilayah kepulauan Kangean.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep Ir Eri Susanto, M.Si menjelaskan bahwa perbedaan kucuran anggaran dana dari DAK antara kepulauan Kangean dengan kepulauan Sapudi sangat berbeda.

“Sangat jelas sekali bahwa lahan tanah produktif di kepulauan Kangean dengan Kepulauan Sapudi sangat jauh, sehingga penentuan anggarannya pun berbeda karena, DAK tematiknya mengacu kepada ketahanan pangan,” kata Eri Susanto. Rabu (05/02/2026).

Baca Juga  Diskop UKM dan Perindag Sumenep Perkuat sektor Ekonomi Kerakyatan

Maka dari itu, wajar apabila dana lebih besar dengan wilayah kepulauan Sapudi, luas lahan produktif dan tidak produktifnya wilayah kepulauan Kangean sangat besar.

Menurutnya, ada beberapa titik yang akan mendapatkan anggaran dari dana DAK untuk wilayah Kecamatan Arjasa.

“Anggaran DAK yang akan turun ke wilayah Kepulauan.Kangean (Kecamatan Arjasa) dalam kisaran kurang lebih Rp 27 miliar,” jelasnya.

Baca Juga  Gubernur Jatim Tinjau Peternakan Sapi Baru di Nganjuk

Sementara itu, untuk wilayah kepulauan Sapudi dalam kisaran Rp 1,2 miliar, itupun untuk 2 titik di kecamatan Gayam dan kecamatan Nonggunong.

“Kami tetap berpegangan dengan apa yang menjadi program kementerian bahwa anggaran DAK fokus kepada ketahanan pangan,” tegasnya.

Eri, sapaan akrabnya menambahkan, wilayah kepulauan Kangean tahun 2026 ini akan mendapatkan anggaran dari daerah Kabupaten Sumenep sekitar Rp 2 miliar

“Kabupaten Sumenep bakal kucurkan dana ke kepulauan Kangean sekitar Rp 2 miliar,” ujarnya.

Jadi, anggaran yang akan masuk ke wilayah kepulauan Kangean dari DAK dan dari dana daerah di kisaran Rp 29 miliar

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-10 Waru Dampingi Posyandu di Desa Tampojung Tengah

Eri memungkasi bahwa, penentuan anggaran tergantung dari tematik ketahanan pangan.

“Semoga melalui pemetaan ini bisa mensukseskan program pemerintah tentang ketahanan pangan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE