
JOMBANG | SIGAP88 — Program Zero Miras yang digencarkan Polres Jombang kembali menjadi sorotan. Di balik penyerahan penghargaan kepada personel berprestasi usai apel pagi di Lapangan Polres Jombang, Senin (3/8/2026), Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menegaskan bahwa perang terhadap minuman keras tetap menjadi prioritas utama menjaga keamanan daerah sekaligus mempertahankan identitas Jombang sebagai Kota Santri.
Dalam arahannya, Kapolres memaparkan capaian pemberantasan minuman keras yang dinilai menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang 2025, Polres Jombang mengamankan 30.763 botol minuman keras berbagai merek. Sementara pada Januari hingga Juni 2026, aparat kembali menyita lebih dari 7.000 botol miras dari berbagai operasi yang digelar di wilayah hukum Polres Jombang.
“Hingga tahun 2025, Polres Jombang berhasil mengamankan sebanyak 30.763 botol minuman keras berbagai merek. Sementara pada periode Januari hingga Juni 2026 telah diamankan lebih dari 7.000 botol. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi seluruh personel dalam memberantas peredaran minuman keras,” ujar AKBP Ardi Kurniawan.
Menurut Kapolres, pemberantasan miras bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga langkah preventif menekan berbagai tindak kriminal yang selama ini kerap dipicu konsumsi minuman beralkohol.
Ia menyebut, sejak operasi Zero Miras dijalankan secara konsisten, angka kriminalitas seperti pembunuhan, begal, pengeroyokan, hingga perkelahian menunjukkan tren penurunan. Bahkan, pada periode Agustus hingga November 2025, Kabupaten Jombang disebut menjadi salah satu daerah dengan situasi keamanan yang dinilai kondusif di tingkat nasional.
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar tidak bermain-main ataupun mengambil keuntungan dari peredaran minuman keras. Ia menegaskan, setiap anggota yang terbukti melanggar akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pengecualian.
Bagi Polres Jombang, perang terhadap minuman keras juga menjadi bagian dari upaya menjaga marwah Kabupaten Jombang sebagai Kota Santri. Karena itu, seluruh bentuk peredaran minuman keras, baik arak, tuak maupun jenis lainnya, ditegaskan harus terus diberantas melalui penegakan hukum yang konsisten.
Di tengah penegasan komitmen pemberantasan minuman keras, Kapolres Jombang juga memberikan penghargaan kepada personel yang dinilai menunjukkan dedikasi, disiplin, dan prestasi dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, apresiasi tersebut merupakan bagian dari strategi membangun budaya kerja yang kompetitif sekaligus memotivasi seluruh anggota agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penghargaan kategori pengungkapan minuman keras terbanyak di jajaran Polsek selama Semester I Tahun 2026 diberikan kepada Polsek Peterongan sebagai peringkat pertama, disusul Polsek Gudo di posisi kedua, serta Polsek Diwek di peringkat ketiga.
Sementara itu, penghargaan atas konsistensi Tim Saber Miras Polres Jombang dalam mengungkap peredaran minuman keras selama Semester I Tahun 2026 diberikan kepada Ipda Satria Ramadhan selaku Kanit 1 Satresnarkoba Polres Jombang.
Prestasi di bidang kehumasan juga mendapat perhatian. Brigpol Zaenal Chamami dari Sie Humas Polres Jombang menerima penghargaan setelah meraih peringkat III keaktifan pengiriman berita melalui Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu (SPIT) di lingkungan Polda Jawa Timur.
Apresiasi turut diberikan kepada Aipda Siono atas dedikasinya sebagai pelatih bela diri Polri sekaligus peraga pada rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Polres Jombang.
Adapun penghargaan untuk kategori penampilan terbaik pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 diterima Aipda Junaidi dari Satsamapta, Bripda Tegar Prakoso, serta Bripda Andre Syah Mutiara Sakti dari Satreskrim Polres Jombang.
Kapolres menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar bentuk apresiasi seremonial. Menurutnya, setiap prestasi yang diraih merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, serta konsistensi dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan semangat melayani masyarakat. Budaya kerja yang menghargai prestasi, kata Kapolres, diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepolisian sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Memasuki agenda pengamanan berskala nasional, Kapolres Jombang mengingatkan seluruh personel agar tidak cepat berpuas diri dengan berbagai capaian yang telah diraih. Menurutnya, profesionalisme aparat tidak hanya diukur dari keberhasilan mengungkap kasus, tetapi juga dari kesiapan menghadapi setiap tugas melalui latihan yang berkesinambungan.
Ia menegaskan, latihan merupakan fondasi utama dalam membentuk personel yang sigap, disiplin, dan mampu mengambil keputusan secara tepat di lapangan. Karena itu, setiap anggota diminta terus mengasah kemampuan sesuai fungsi dan bidang tugas masing-masing.
Kapolres juga memberikan apresiasi kepada personel yang menampilkan simulasi terbaik pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, penampilan tersebut bukan lahir secara instan, melainkan buah dari latihan yang disiplin, dilakukan berulang kali, serta dibangun dengan kesungguhan.
Pesan itu menjadi semakin penting menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Kabupaten Jombang. Agenda nasional tersebut diperkirakan akan dihadiri para ulama, kiai, gus, santri, serta tamu dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Menghadapi kegiatan tersebut, Kapolres meminta seluruh personel yang terlibat dalam operasi pengamanan mempersiapkan diri secara maksimal. Setiap fungsi kepolisian diinstruksikan meningkatkan kesiapan, memperkuat koordinasi, dan memahami tugas masing-masing agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Ia menegaskan, keberhasilan pengamanan Muktamar NU tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga citra Kabupaten Jombang sebagai Kota Santri yang aman, religius, dan ramah bagi para tamu.
“Mari kita jaga konsistensi dalam memberantas minuman keras, tingkatkan profesionalisme melalui latihan yang berkelanjutan, serta sukseskan pengamanan Muktamar NU ke-35 demi menjaga keamanan dan nama baik Kabupaten Jombang sebagai Kota Santri,” tegas Kapolres.
















