
SURABAYA | SIGAP88 — Pemerintah tengah menyiapkan alternatif untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan pada lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, terutama saat libur panjang dan periode puncak mobilitas masyarakat.
Salah satu opsi yang dikembangkan adalah penguatan lintasan penyeberangan Pelabuhan Celukan Bawang, Bali, menuju Pelabuhan Jangkar, Jawa Timur.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Achmad Muchtasyar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Pengembangan lintasan Celukan Bawang–Jangkar dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem konektivitas penyeberangan Jawa–Bali. Dengan adanya jalur alternatif, arus kendaraan diharapkan tidak seluruhnya terpusat di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk membangun sistem penyeberangan Jawa–Bali yang lebih andal, termasuk dengan mengoptimalkan pelabuhan alternatif.
“Pengembangan lintasan penyeberangan Celukan Bawang–Jangkar merupakan salah satu upaya untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tidak seluruhnya terpusat di Ketapang–Gilimanuk. Dengan adanya alternatif lintasan ini, kami berharap pelayanan kepada masyarakat semakin baik sekaligus dapat mengurangi kepadatan, terutama pada periode libur panjang,” ujar Dudy.
Menurutnya, pengembangan lintasan tersebut membutuhkan koordinasi lintas pemangku kepentingan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator pelabuhan, hingga operator penyeberangan perlu memastikan kesiapan teknis dan operasional agar rencana tersebut dapat berjalan optimal.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menegaskan kesiapan perusahaan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai bagian dari penguatan konektivitas transportasi antara Jawa dan Bali.
“Pelindo siap mendukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai alternatif penyeberangan menuju Pelabuhan Jangkar. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan layanan bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi beban lalu lintas pada lintasan Ketapang–Gilimanuk,” kata Achmad.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, optimalisasi Pelabuhan Celukan Bawang dinilai berpotensi memperkuat konektivitas transportasi dan logistik di kawasan Bali bagian utara.
Distribusi pergerakan kendaraan dan barang yang lebih merata diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di Bali dan Jawa Timur.
“Pelindo akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Bali, serta para pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi dan memastikan kebutuhan kesiapan infrastruktur maupun operasional pelabuhan,” tambah Achmad.
Rencana pengembangan lintasan Celukan Bawang–Jangkar selanjutnya diharapkan dapat dipersiapkan secara terukur dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, kelancaran pelayanan, serta manfaat bagi masyarakat.
Jika terealisasi, jalur tersebut dapat menjadi salah satu alternatif distribusi arus kendaraan dan barang antara Jawa dan Bali, khususnya ketika terjadi peningkatan mobilitas pada periode libur panjang.
















