Pamekasan | SIGAP88 – Forum N.G.O Madura menggelar Rapat Konsolidasi Akbar membahas terkait dugaan KKN, Gratifikasi dan Pungli di Rutan kelas 1 Surabaya (Medaeng).

Rapat konsolidasi yang dilakukan oleh N.G.O Madura terlaksana di RM Balai Rejo Pamekasan Madura dihadiri oleh para mantan Napi, semua elemen lembaga sosial kontrol, aktivis kemahasiswaan, awak media

Rapat konsolidasi yang dikomandani oleh Zaini Wer Wer membahas terkait dengan perlakuan oknum pegawai Rumah Tahanan (Rutan) yang diduga melakukan gratifikasi dan pungli.

Baca Juga  Jurnalis dan Aktivis Ditahan Tentara Israel, Komunitas Pers Surabaya Gelar Aksi Solidaritas

“Dari hasil Rapat Kordinasi dengan beberapa lembaga sosial kontrol dan aktivis, tetap berkomitmen menindak lanjuti persoalan dugaan kasus dugaan yang ada di Rutan Surabaya,” kata Zaini Wer Wer. Senin (06/11).

Pihaknya, akan melayangkan surat audiensi kepada DPRD Provinsi Jawa Timur untuk menghadirkan Kakanwil Kemenkumham Wilayah Jawa Timur beserta kepala Rutan kelas 1 Medaeng

Baca Juga  Geger Pria Tewas Bersimbah Darah di Wonokusumo Jaya Surabaya, Diduga Korban Pembunuhan

“Mantan Napi Medaeng siap hadir dalam audiensi tersebut untuk menyampaikan apa yang telah dialaminya sejak berada di Rutan kelas 1 Medaeng,” terangnya.

Bahkan, mantan Napi sekaligus akan melakukan pelaporan secara terbuka sehingga kawan kawan N.G.O dan yang lain akan mengawal sepenuhnya

“Ini merupakan misi kemanusiaan, agar di Rutan kelas 1 Medaeng bisa memanusiakan manusia,” jelasnya.

Hal itu agar tidak terjadi lagi tindakan gratifikasi, pungli dan KKN di Rutan medaeng juga di Rutan di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Cegah Kelangkaan Minyak Goreng, TPID Sumenep Jual Minyakita di Pasar Tradisional

“Semoga langkah ini merupakan langkah yang positif sebagai ibadah kita,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE