SUMENEP | Sigap88 – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), mengikuti pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair tahun 2024 yang di selenggarakan oleh Dewan kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Timur (Dekranasda Jatim).

Pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair tahun 2024 yang ke 19 kalinya, terselenggara di Exhibition Hall, Grand City Surabaya, mulai hari Rabu sampai hari Minggu 08 – 05 – 2024.

Batik Bordir dan Akseosris Fair merupakan kegiatan pameran batik dan aneka produk fesyen terbesar dan terlengkap yang digelar setiap tahun.

Baca Juga  Dermaga Tambat Labuh Dusun Payanassam Rusak, Pemuda Desa Kangayan: Akses Ekonomi Warga Kepulauan Terganggu

Sebagai agenda rutin, kegiatan ini diselenggarakan atas dukungan dan kerja sama antara Dekranasda Jatim, Bapenda Jatim, dan PT. Debindo Mitra Tama.

Ada 140 peserta yang merupakan para perajin, pengusaha, dan pelaku ekonomi kreatif dari 38 kabupaten/kota di Jawa dan beberapa daerah di luar Jatim seperti Solo, Cirebon, Lombok, Bali, Kalimantan, Papua, dan lain-lain.

Sedangkan produk yang dipamerkan, batik, border, kain tenun, kebaya, sulaman, songket, busana muslim, hijab, busana daerah, perhiasan, batu permata, mutiara, produk kulit, aksesori, serta produk kecantikan.

Baca Juga  HUT KCK Ke-80, Persit Kodim 0827 Sumenep Hijaukan Kalianget, Dengan Tanam Pohon

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), berpartisipasi mengikuti pameran tersebut, berhasil mendapatkan penghargaan stand terbaik kategori tematik.

“Dengan mengusung tema Masjid Agung sebagai icon religius yang merupakan warisan budaya masyarakat Sumenep, kita mendapatkan penghargaan stand terbaik kategori tematik,” kata Moh Ramli Kepala Diskopukmperindag, melalui k oala bidang (Kabid) perdagangan Idham. Senin (12/05).

Idam mengatakan, dalam kegiatan pameran tersebut, pihaknya melibatkan beberapa UMKM untuk menampilkan hasil produksinya, agar lebih dikenal oleh masyarakat luar, khususnya masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga  Tingkatkan Stamina, RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Uji Tanding Sepak Bola dengan BPRS

“Tema ini kami selaraskan dengan keragaman batik dan keris sumenep, yang sudah menjadi kekayaaan budaya masyarakat sumenep,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE