
SUMENEP | Sigap88 – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) bulan Januari tahun 2025 di Kabupaten Sumenep Madura mencapai 178 kasus yang tersebar di 30 Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep drg Ellya Fardasah melalui Kepala bidang Kabid P2P, Syamsuri menyampaikan, Bulan Januari 2025 ini kasus DBD mencapai 178 kasus.
“Sesuai dengan data yang masuk ke kami, dari Puskesmas dan Rumah sakit total kasus DBD dari awal sampai akhir bulan Januari 2025 sebanyak 178 kasus baik anak anak maupun dewasa,” kata Syamsuri,(06/02)
Menurutnya, kasus DBD yang mengalami hingga menyebabkan kematian ada 1 orang pasien yang di rawat di RSI Garam Kalianget.
“Ada 1 kasus DBD yang di rawat di RSI Garam, Kalianget merupakan warga Kecamatan Lenteng usia 74 tahun,” ucapnya.
Untuk lima puskesmas, sampai saat ini tidak ada kasus DBD yaitu, “Puskesmas Gili Genting, Puskesmas Nonggunong, Puskesmas Gayam, Puskesmas Raas dan Puskesmas Masalembu,” jelasnya.
Sedangkan puskesmas terbanyak kasus DBD adalah Puskesmas Lenteng.
“Data yang masuk ke kami kasus DBD di Puskesmas Lenteng sebanyak 22 kasus,” terangnya.
Dengan begitu, pihaknya hingga saat ini secara masiv melakukan sosialisasi, pemeriksaan jentik melalui Jumantik, (Juru pemantau jentik) di setiap desa, pemberian Abate, pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Kami melakukan koordinasi dengan leading sektor di setiap Kecamatan melakukan dan bekerja sama dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat melakukan sosialisasi,” tegasnya.
Selain itu, Syamsuri menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada kasus chikungunya.
“Sampai saat ini pihak kami belum menerima laporan kasus Chikungunya dari setiap Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya













