Sumenep | Sigap88 – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur dari Fraksi Demokrat menanggapi tentang pelabuhan Gili Iyang dan Dungkek yang beberapa waktu lalu diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur.

“Penempatan pelabuhan Gili Iyang dan Dungkek kurang pas untuk kepentingan masyarakat,” kata anggota DPRD Sumenep H. Masdawi. Senin (17/07).

Menurutnya, pelabuhan tersebut tidak bisa ditempati, apalagi angin selatan di pelabuhan Dungkek sangat besar

Baca Juga  Wakil Bupati Sumenep Ingatkan CJH Jaga Kesehatan Dalam Menjalankan Ibadah

“Kedua pelabuhan tersebut kurang efektif, atau boleh dikata tidak bisa dipergunakan secara maksimal,” tegas Masdawi

Sebenarnya pelabuhan yang ada di Desa Dungkek butuh tangkis laut di depannya, untuk menghalau gelombang. “Pelabuhan Dungkek salah kontruksi juga salah penempatan, yang dibuat dermaga itu adalah palungnya, (alur keluar masuknya perahu),” ungkap Masdawi.

“Dikanan dan kiri adalah batu dan spek nya bukan kapal lokal yakni kapal besar (besi), bahkan pelabuhan di Gili Iyang pemanfaatannya kurang,” paparnya.

Baca Juga  Gubernur Jatim Tinjau Peternakan Sapi Baru di Nganjuk

“Posisi pelabuhan tersebut salah menurut perencanaan awal, karena pihak kami, dulu telah berkordinasi dengan pihak Jawa timur mengenai titik kordinat,” jelasnya.

Masdawi menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 9 bulan merupakan angin Timur,. “Kalau oelabuhan tersebut ada di sebelah barat atau di tengah tengah pulau akan aman,” jelasnya.

“Agar bisa efektif seharusnya, di samping pelabuhan dibuatkan tambat perahu kecil, dan saya sudah sampaikan kepada Dishub Kabupaten,” terangnya

Baca Juga  Jaga Kondusifitas Wilayah, Polres Sumenep Gelar Apel dan Patroli Skala Besar

“Pemanfaatan pelabuhan itu hanya 25 persen saja dan sampai saat ini tidak efektif pasca diresmikan oleh Gubernur Jatim,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE