SUMENEP | SIGAP88 – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mendorong penguatan konektivitas transportasi laut sebagai bagian dari upaya membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Upaya tersebut dibahas Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam audiensi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jumat (21/8/2026).
Pertemuan itu menjadi ruang bagi Pemkab Sumenep untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis di sektor transportasi laut, terutama menyangkut kelancaran akses penyeberangan antara wilayah kepulauan dan daratan.
Bagi Sumenep, persoalan konektivitas laut memiliki arti penting karena karakteristik wilayahnya yang terdiri atas kawasan daratan dan kepulauan. Transportasi laut menjadi salah satu jalur utama yang menopang mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi.
“Banyak hal yang kita bicarakan dengan Kementerian Perhubungan, salah satunya berkaitan dengan aksesibilitas transportasi laut untuk menunjang mobilitas masyarakat,” ujar Achmad Fauzi.
Menurut dia, kelancaran layanan penyeberangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat. Akses pelayaran juga berhubungan dengan distribusi barang, kegiatan ekonomi, serta kemudahan masyarakat memperoleh berbagai layanan.
Karena itu, Pemkab Sumenep menilai penguatan konektivitas antarpulau membutuhkan dukungan dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
“Yang kedua, salah satunya berkaitan dengan aksesibilitas penyeberangan dari pelabuhan. Ini yang menjadi prioritas kita agar seluruh penyeberangan itu berjalan dengan lancar,” katanya.
Fauzi mengatakan, pemerintah daerah akan terus membangun komunikasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mencari langkah yang dapat memperkuat pelayanan transportasi laut di wilayah Sumenep.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat kepulauan memperoleh akses transportasi yang layak dan semakin mudah.
“Kita terus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat. Ini menjadi bagian dari cara kita untuk melayani masyarakat di Kabupaten Sumenep, khususnya masyarakat kepulauan yang memang membutuhkan akses pelayaran,” tegasnya.
Ia berharap peningkatan konektivitas laut nantinya tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga ikut memperkuat pemerataan pembangunan antara kawasan daratan dan kepulauan.
“Masyarakat di kepulauan membutuhkan akses pelayaran dari kepulauan ke daratan ataupun dari daratan ke kepulauan. Karena itu, kelancaran transportasi laut menjadi perhatian serius pemerintah,” pungkasnya.

















