
PAMEKASAN | SIGAP88 — Video yang memperlihatkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan dugaan adanya ulat di dalam ompreng makanan beredar dan menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Batumarmar Bujur Tengah memberikan klarifikasi, Senin (20/7/2026).
Kepala SPPG Pamekasan Batumarmar Bujur Tengah berinisial IS mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tenaga ahli gizi untuk menelusuri kemunculan benda yang diduga ulat dalam video tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang disampaikan pihak SPPG, daging ayam dalam menu MBG disebut masih layak dikonsumsi. Sementara itu, pihak SPPG menduga kemunculan ulat tersebut berkaitan dengan buah salak yang disebut telah mengalami perubahan kondisi.
“Setelah kami berkoordinasi dengan ahli gizi, menu daging ayam yang disajikan benar-benar masih sangat layak dikonsumsi. Kemunculan ulat tersebut bukan berasal dari daging ayam, melainkan dari buah salak yang kondisinya sudah kempos,” ujar IS saat dikonfirmasi.
IS menyebut kejadian tersebut tidak disengaja maupun merupakan bentuk pembiaran. Menurutnya, kondisi buah salak yang telah mengalami kerusakan tidak diketahui saat proses persiapan menu.
“Ini murni bukan disengaja atau dibiarkan oleh pihak dapur. Ini merupakan ketidaktahuan kami bahwa buah tersebut sudah dalam kondisi kempos,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, SPPG mengaku telah melakukan evaluasi internal dan memperketat pemeriksaan terhadap seluruh bahan pangan sebelum menu didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Kami telah memperketat proses pengecekan setiap menu sebelum didistribusikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelasnya.
Pihak SPPG juga menyatakan akan meningkatkan selektivitas dalam pemilihan dan pemeriksaan bahan pangan, termasuk buah-buahan yang menjadi bagian dari menu MBG.
IS menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, siswa, serta orang tua atau wali murid yang terdampak oleh kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada sekolah, siswa, dan para wali siswa atas kejadian ini. Kami berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan dan kualitas pelayanan ke depan,” pungkasnya.
Klarifikasi tersebut merupakan keterangan dari pihak SPPG Pamekasan Batumarmar Bujur Tengah. Adapun penyebab pasti kemunculan benda yang diduga ulat dalam video tersebut masih mengacu pada penjelasan pihak SPPG, sementara langkah evaluasi terhadap pemeriksaan bahan pangan disebut telah dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.













