SUMENEP | SIGAP88 — Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Di tengah tantangan perekonomian, koperasi dinilai tetap menjadi fondasi penting yang menjaga semangat gotong royong sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menghadiri tasyakuran Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta insan koperasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku koperasi yang dinilai terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai nilai utama gerakan koperasi.
“Terima kasih kepada seluruh insan koperasi yang selama ini terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong. Koperasi tetap menjadi soko guru perekonomian Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah koperasi di Kabupaten Sumenep yang hampir mencapai 2.000 unit menjadi potensi besar bagi penguatan ekonomi daerah. Namun, besarnya jumlah tersebut harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang konsisten agar setiap koperasi mampu menjalankan tata kelola yang sehat, transparan, dan akuntabel.
Ia menegaskan, peran perangkat daerah yang membidangi koperasi menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi para anggotanya.
“Setiap koperasi harus diawasi dengan serius dan pastikan setiap koperasi memiliki tata kelola yang sehat, transparan, dan mampu memberikan manfaat bagi anggotanya,” tegasnya.
Bupati juga meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep terus melakukan verifikasi secara menyeluruh terhadap kondisi koperasi yang ada. Langkah tersebut dinilai penting untuk memetakan koperasi yang sehat, yang masih membutuhkan pembinaan, hingga yang sudah tidak lagi aktif.
“Pemerintah harus hadir memverifikasi mana koperasi yang sehat, mana yang perlu dibina, dan mana yang memang sudah tidak berjalan. Semua itu harus dipetakan agar pembinaannya tepat sasaran,” katanya.
Selain pengawasan, Achmad Fauzi menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi menjadi faktor penting dalam menciptakan organisasi yang profesional dan berkelanjutan.
“Dengan pengelolaan yang profesional dan SDM-nya terus ditingkatkan, koperasi bisa sehat dan mampu memberikan kesejahteraan bagi anggotanya,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kemandirian koperasi agar semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep.
“Pemerintah berharap koperasi benar-benar mandiri dan terus berkembang sehingga keberadaannya memberi manfaat sebesar-besarnya bagi para anggotanya maupun masyarakat luas,” pungkasnya.














