
SUMENEP | SIGAP88 – Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak (Yankes Bergerak) Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar edukasi kesehatan dan deteksi dini penyakit kusta di SDN Sokaramme Paseser 1, Kecamatan Nonggunong, Pulau Sapudi, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai penyakit kusta kepada tenaga pendidik, tetapi juga memperkenalkan aplikasi Si Jelita (Sistem Informasi Eliminasi Kusta) sebagai sarana pemantauan kesehatan siswa secara lebih cepat dan terintegrasi.
Kepala SDN Sokaramme Paseser 1, Suhayat, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital akan membantu sekolah mendeteksi lebih dini apabila terdapat siswa yang menunjukkan gejala penyakit kusta.
“Kami dari pihak sekolah mengucapkan terima kasih sudah menjadikan sekolah ini sebagai sampel untuk kegiatan ini. Insyaallah ke depan akan kami tindak lanjuti, termasuk dengan aplikasi Si Jelita,” ujarnya.
Ia menilai aplikasi tersebut dapat menjadi alat pendukung bagi sekolah dalam memantau kesehatan peserta didik secara berkelanjutan.
“Dengan program itu kita bisa tahu sedini mungkin. Mungkin ada anak-anak kami yang memiliki gejala kusta, bisa langsung diobati,” katanya.
Meski sejauh ini belum ditemukan gejala yang mengarah pada penyakit kusta di lingkungan sekolah, pihaknya berkomitmen memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai langkah pencegahan dan pemantauan kesehatan siswa.
Dalam kegiatan tersebut, Pengelola Program Kusta, Frambusia, dan Cacingan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Sulistheo Wibowo, S.KM., memberikan edukasi kepada para guru mengenai ciri-ciri penyakit kusta, cara pencegahan, serta tata cara penggunaan aplikasi Si Jelita.
Melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi digital tersebut, diharapkan upaya deteksi dini penyakit kusta di wilayah kepulauan dapat berjalan lebih efektif serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak usia sekolah.















