
SUMENEP | SIGAP88 – Upaya penurunan kasus Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan oleh Puskesmas Kangayan, kepulauan Kangean, Kabupaten setempat dengan pola pendekatan dan pelaksanaan program TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis).
Kepala Puskesmas Kangayan, Samsuri melalui penanggung jawab program TB, Imran menyampaikan, pengendalian TB di wilayah Puskesmas Kangayan, pihaknya melakukan secara masif dengan pola jemput bola ke masyarakat.
“Pola jemput bola dengan mendatangi warga yang terindikasi gejala TB melalui laporan perangkat desa atau kader,” kata Imran saat ditemui di puskesmas Kangayan. Sabtu (09/05)
Menurutnya, pola jemput bola ini sangat efektif selain memberikan pemeriksaan juga memberikan edukasi langsung kepada penderita juga kepada keluarga penderita.
Karena dukungan pihak keluarga penderita TB mempunyai peran penting dalam memberikan dorongan penyembuhan terhadap penderita
“Lingkungan dan pihak keluarga mempunyai peran penting dalam memberikan dorongan penyembuhan penderita dengan menyuruh dan menyajikan rutin minum obat TB,” papar Imran.
Imran menjelaskan, bakteri TB ditularkan melalui droplet yang terenfeksi di udara, siapapun dapat menghirupnya, “Penularan bakteri TB melalui bersin,.batuk dan interaksi,” jelasnya.
Sedangkan langkah yang dilakukan oleh Puskesmas Kangayan dengan memberikan obat pencegah TB kepada kontak serumah si penderita, melakukan skrining pada pihak keluarga penderita.
“Penderita TB diberikan obat TB, sedangkan yang kontak serumah diberikan obat pencegahan,” terangnya.
Selain itu, guna mendorong peningkatan efektifitas penurunan TB, pihaknya juga bekerjasama dengan lintas sektor, dan paling penting adalah peran kader yang ada di setiap desa memberikan edukasi kepada penderita dan keluarganya.
“Kami berharap masyatakat punya kesadaran tinggi untuk mencegah dan mengobati, karena TBC akan sembuh dengan rutin mengkonsumsi obat,” imbuhnya.
Penderita TBC di wilayah puskesmas Kangayan tahun 2024 tercatat ada 45 kasus sementara di tahun 2025 ada 42 kasus.
“Dengan kerjasama yang baik dengan lintas sektor terutama dengan pihak desa,.kader dan stakeholder yang lain, kami optimis penurunan kasus TBC terus terjadi,” pungkasnya














