SUMENEP | SIGAP88 – Fenomena El Nino mulai menjadi perhatian serius di Indonesia pada 2026 seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau tahun ini datang lebih awal di banyak wilayah dan cenderung lebih kering serta lebih panjang dibanding kondisi normal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur telah siap siaga akan membantu masyarakat tentang suplai air bersih di tingkat desa atau dusun.

Kepala Pelaksana atau Kalaksa BPBD Sumenep Drs. Ach Laili Maulidy mengatakan, bahwa dalam menghadapi musim kemarau ekstrem atau El Nino tahun ini tetap berkoordinasi dengan pihak pihak terkait.

Baca Juga  Kabupaten Pamekasan Bidik Proyek Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

“Kami tetap berkoordinasi dengan pihak terkait seperti, Dinsos Sumenep, PUTR, PMI, TNI/Polri dan yang lain dalam memberikan layanan kepada masyarakat tentang air bersih,” kata Ach Laili Maulidy. Selasa (21/04/2024).

Bahkan pihaknya telah mempersiapkan SK Siaga bencana kekeringan “Kami juga minta data kepada setiap Kecamatan data wilayah atau desa yang berpotensi kekeringan,” ujarnya.

“Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta mengimbau agar selalu mempersiapkan diri dengan membuat penampungan air guna persiapan musim kemarau, dan menghemat penggunaan air,” jelasnya.

Menurutnya, prakiraan, musim kemarau ini mulai dari awal Mei hingga Desember 2026. jadi musim kemarau sekarang lumayan panjang.

Baca Juga  Wabup Pamekasan: Penghafal Al-Qur'an Penjaga Kalamullah dan Fondasi Spiritual Daerah

“Tugas kami adalah droopping air kepada wilayah wilayah yang mengalami kekeringan,” tegasnya

Langkah langkah untuk menanggulangi kekeringan, pemerintah tahun kemarin melakukan pengeboran di beberapa titik.

“Kami koordinasi dengan pihak terkait mengenai wilayah mana yang telah mendapatkan pengeboran,” imbuhnya.

Bahkan di wilayah kepulauan pihaknya bekerja sama dengan masyarakat yang biasa mendroopping air dengan cara mengganti biayanya.

“Kami memanfaatkan masyarakat lokal yang biasa mendroopping air ke masyarakat dengan mengganti biayanya,” tutur Laili.

Baca Juga  Tim Yankes Bergerak Jatim Tahap Pertama Tahun 2026, tiba di Pulau Raas

Sementara ini armada yang dapat di lakukan sambung Laili ada dua unit. dan bekerja sama pula dengan PDAM,

“Dalam masa kemarau banyak pihak yang turut membantu masyarakat yang mengalami kekeringan dan kekurangan pasokan air bersih, baik dari Dinsos, PMI, TNI/Polri dan yang lain,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE